HOME » BERITA » JUBIR PRESIDEN BONGKAR ALASAN PENGETATAN HINGGA LARANGAN MUDIK LEBARAN 2021

Jubir Presiden Bongkar Alasan Pengetatan hingga Larangan Mudik Lebaran 2021

Ada beberapa pertimbangan ketika larangan mudik Lebaran diterapkan untuk kedua kalinya. Salah satunya adalah untuk mencegah terjadinya gelombang kedua COVID-19.

Rabu, 28 April 2021 16:15 Editor : Dini Arining Tyas
Jubir Presiden Bongkar Alasan Pengetatan hingga Larangan Mudik Lebaran 2021
Ilustrasi arus mudik (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Untuk kedua kalinya, masyarakat Indonesia dilarang melakukan mudik Lebaran 2021. Hal ini dilakukan agar tak terjadi lonjakan kasus COVID-19, seperti yang terjadi di India.

Hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Fadjroel Rachmandalam sebuah video di instagramnya @fadjroelrachman.

Menurut dia, pengetatan mudik Lebaran 2021 karena pemerintah belajar dari lonjakan kasus COVID-19 di India. Untuk itu, pemerintah melakukan pengetatan perjalanan rute domestik sebelum dan sesudah kebijakan pelarangan mudik.

"Kenapa jadi ada lagi pra pengetatan, pelarangan, dan pascapengetatan? Pemerintah belajar dari kasus India yang mengalami masa COVID-19 periode kedua," kata Fadjroel dikutip Selasa (27/4/2021).

1 dari 3 Halaman

Dia mengatakan, kenaikan kasus COVID-19 di India dalam sehari mencapai 295.041. Bukan hanya itu, India juga mencatat angka kematian 2.022 dalam satu hari.

Lonjakan ini terjadi karena tingginya mobilitas atau pergerakan masyarakat. Untuk itulah, pemerintah melakukan peniadaan dan pengetatan mudik Lebaran 2021 agar Indonesia tak bernasib seperti India.

"Itulah pemerintah mengambil keputusan ada prapengetatan, ada pelarangan 6-17 Mei, lalu ada pasca pengetatan (mudik)," ujar Fadjroel.

2 dari 3 Halaman

Penyekatan Jalur Tikus

Pemerintah telah resmi melarang masyarakat untuk mudik Lebaran 2021. Hal tersebut bertujuan untuk menekan laju penyebaran virus Corona COVID-19 yang masih sangat tinggi di Indonesia.

Mendukung peraturan, Polda Metro Jaya telah memetakan sejumlah lokasi penyekatan sebagai antisipasi mudik tahun ini. Salah satunya jalur tikus yang biasanya menjadi jalan alternatif bagi kendaraan sewaan (travel) ilegal, maupun pemudik dengan motor.

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, pihaknya telah menentukan lokasi penyekatan untuk larangan mudik pada 6-17 Mei mendatang.

"Titik penyekatan yang kedua terutama untuk jalur tikus, baik travel gelap maupun para pemudik motor," katanya seperti dilansir dari laman Korlantas.Polri.go.id, Selasa (20/4/2021).

Lanjutnya, masyarakat yang nekat melakukan mudik menggunakan kendaraan pribadi, termasuk membawa keluarga akan diputar balik jika melewati sejumlah pos pengamanan.

3 dari 3 Halaman

 

Sementara itu, kendaraan pribadi yang digunakan memungut bayaran atau disebut travel gelap akan dikenakan sanksi tilang dengan dijerat Pasal 308 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan denda maksimal Rp500.000 atau kurungan penjara maksimal 2 bulan. Adapun operator bus yang tetap beroperasi membawa penumpang akan dikenakan sanksi, baik teguran maupun pencabutan usaha dari Kementerian Perhubungan.

"Kalau, dia usaha yang berizin, misalnya, bus kan sudah dibilang tidak boleh jalan, tetapi dia jalan, ada sanksi dari Dinas Perhubungan baik teguran atau pencabutan (izin usaha) atau sanksi lain," pungkasnya.

Penulis: Lisza Egeham

Sumber: Liputan6.com

 

BERI KOMENTAR