HOME » BERITA » JUMLAH ANGKUTAN UMUM YANG PAKAI PREMIUM DI JAKARTA TAK SAMPAI 10 PERSEN

Jumlah Angkutan Umum yang Pakai Premium di Jakarta Tak Sampai 10 Persen

Angkutan umum yang menggunakan bahan bakar Premium di Jakarta disebut kurang dari 10 persen. Hal itu adalah hasil dari Pemprov DKI Jakarta yang terus mendorong penggunaan bahan bakar ramah lingkungan.

Kamis, 19 November 2020 14:15 Editor : Dini Arining Tyas
Jumlah Angkutan Umum yang Pakai Premium di Jakarta Tak Sampai 10 Persen
Terminal Blok M (Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman)

OTOSIA.COM - Upaya agar kendaraan di Tanah Air menggunakan bahan bakar ramah lingkungan terus dilakukan. Termasuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun melakukan hal yang sama.

Kepala Seksi Pengendalian Operasi (Kasidal Ops) Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Barat, M Wildan Anwar mengatakan, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong penggunaan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) ramah lingkungan oleh transportasi umum di ibu kota sejak tiga tahun terakhir.

Alhasil, kini tersisa kurang dari 10 persen total angkot yang masih menggunakan BBM jenis Premium atau bensin dengan nilai oktan riset (Research Octane Number/ RON) 88 di seluruh wilayah ibu kota.

"Pemprov DKI terus mendukung program BBM ramah lingkungan berkualitas tinggi sesuai aturan pemerintah. Seperti, angkutan umum yang bersolar pakai Pertamina Dex dan untuk jenis Bensin (Premium) pakai Pertamax. Ini 3 tahun kita berjalan di lingkungan Pemda DKI Jakarta. Sehingga kalangan angkot tidak lebih dari 10 persen total yang pakai Premium," ujar dia dalam webinar bertema "Mewujudkan Kualitas Udara dengan BBM Ramah Lingkungan di Era Transisi Normal Baru", Rabu (18/11/2020).

1 dari 1 Halaman

Dia menjelaskan, kebijakan Pemda DKI Jakarta tersebut bertujuan untuk meminimalisir pencemaran udara di seluruh wilayah ibu kota. Salah satunya dengan mendorong konsumsi BBM yang memiliki kandungan RON di atas 90 persen bagi transportasi umum.

"Sekarang sektor transportasi umum TansJakarta atau Jak Lingko telah menggunakan BBM berkualitas tinggi baik Pertamax atau Dex yang kandungan RON nya di atas 90 persen," paparnya.

Tak hanya itu, Pemda DKI juga berkolaborasi dengan Dishub DKI untuk mendorong peningkatan uji kir oleh transportasi umum. Antara lain di Balai PKB Ujung Menteng (Jakarta Timur), Balai PKB Cilincing (Jakarta Utara) dan Balai PKB Pulogadung (Jakarta Timur).

"Hasilnya dari 40.000 kendaraan umum yang melakukan uji kir. Diketahui hanya 1,60 persen kendaraan tidak lulus uji kir," tutupnya.

Penulis: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR