HOME » BERITA » JURUS PRODUSEN SEPEDA MOTOR HADAPI ATURAN DP MINIMAL TAHUN INI

Jurus Produsen Sepeda Motor Hadapi Aturan DP Minimal Tahun Ini

Masa panen menjadi penentu penjualan motor tahun ini.

Minggu, 17 Februari 2013 10:15 Editor : Merdeka
motor. ©2012 Merdeka.com

Otosia.com - Bank Indonesia menjadi kambing hitam produsen sepeda motor atas anjloknya penjualan sejak setahun terakhir. Musababnya adalah aturan Loan to Value (LTV) bank sentral itu yang mewajibkan semua lembaga keuangan menetapkan uang muka 30 persen dari harga jual kendaraan bermesin.
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengaku beleid itu sudah terbukti berefek tahun lalu, sebulan setelah dijalankan. "Pasar langsung terkoreksi 10 persen tidak lama setelah aturan uang muka itu diberlakukan," ujar Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (16/2).
Alhasil penjualan sepeda motor 2012 turun 12 persen menjadi 7,1 juta unit, dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 8,1 juta unit.
Target pelaku industri untuk tahun ini adalah mempertahankan penjualan sama dengan tahun lalu. Meski sudah menargetkan pertumbuhan stagnan, Sigit khawatir kinerja industri otomotif lebih tergerus lantaran beleid LTV akan diterapkan pula untuk lembaga keuangan syariah. Padahal, tahun lalu pendorong utama konsumsi sepeda motor adalah bank dan industri kredit syariah yang belum wajib mengikuti batasan uang muka 30 persen.
Sigit mengaku industri mengandalkan dua strategi untuk mengatasi potensi penurunan penjualan. Pertama adalah memaksimalkan promosi pada siklus tradisional konsumsi kendaraan roda dua di Tanah Air.
"Biasanya penjualan sepeda motor naik mendekati musim panen pertama alias Maret besok, Lebaran, terus bulan panen-panen berikutnya berarti Oktober," ungkapnya. Dia mengatakan, petani cenderung membeli motor setelah masa panen berlalu.
Strategi AISI lainnya buat menggenjot penjualan adalah mengatur program-program khusus dengan lembaga pembiayaan. Harapannya supaya orang tidak merasa uang muka kredit terlalu mahal seperti saat ini. Hanya saja dia enggan mengungkap seperti apa detail strategi itu.
"Bentuk strategi kita belum bisa diutarakan, karena itu akan melibatkan finance company, yang jelas kita akan fokus di sektor pembiayaan," kata Sigit.
Awal tahun ini, penjualan sepeda motor masih lesu. Total dari seluruh merek yang beredar, AISI mencatat 649.983 unit kendaraan roda dua terjual. Asosiasi ini juga memprediksi pertumbuhan industri bakal stagnan, dengan total penjualan di penghujung 2013 akan sama seperti tahun lalu, di kisaran 7,1 juta unit. (mdk/ard/rin)


BERI KOMENTAR