HOME » BERITA » KABUR DARI KEJARAN POLISI, HAKIM INI PERINTAHKAN SEORANG PRIA JUAL MOBIL BMW MILIKNYA

Kabur dari Kejaran Polisi, Hakim Ini Perintahkan Seorang Pria Jual Mobil BMW Miliknya

Kronologi seorang pria kabur dari kejaran polisi hingga diperintahkan untuk jual mobil BMW miliknya

Sabtu, 23 Oktober 2021 18:15 Editor : Ahmad Muzaki
Kabur dari Kejaran Polisi, Hakim Ini Perintahkan Seorang Pria Jual Mobil BMW Miliknya
BMW 440i (Carscoops)

OTOSIA.COM - Pada dasarnya setiap pengendara kendaraan wajib untuk mentaati semua aturan lalu lintas. Jika nekat melanggar dan ditindak polisi, pengendara pun tak boleh kabur.

Namun terkadang ada saja pengendara yang nekat kabur, seperti pria berusia 23 tahun di Ludwigsburg, Jerman. Dilansir dari Cascoops, Sabtu (23/10/2021), berikut kronologi lengkapnya.

1 dari 3 Halaman

Lakukan Burnout

Awalnya pria tersebut tengah berkumpul dengan teman-temannya di alun-alun kota. Di sana ia melakukan aksi nekat, yakni burnout dengan menunggangi BMW 440i.

Ketika polisi tiba di tempat kejadian, pria tersebut kabur. Polisi pun tak tinggal diam dan langsung mengejar, namun petugas gagal membuntutinya.

"Saya mendapatkan hasil maksimal dari kendaraan dinas kami dengan 192 hp (194 PS/143 kW) dan tidak bisa mengikutinya. Saya menyerah di Marienstrabe karena saya tidak bisa lagi bertanggung jawab atas kecepatan 120 kilometer per jam (75 mph) di sana," kata petugas menurut Stuttgarter Nachrichten.

2 dari 3 Halaman

Jual Mobil

Parahnya lagi pria pengemudi mobil BMW tersebut menerobos lampu merah dan melewati trotoar saat kabur dari kejaran polisi. Namun aksinya ini ia bantah saat berada di pengadilan. Ia mengaku mengebut, namun itu lebih karena panik ketika ada polisi datang.

Pemimpin pengadilan, Hakim Anna Bollacher memutuskan untuk mencabut SIM miliknya selama 6 bulan. Alhasil pria penunggang BMW itu tak bisa mengemudi total selama satu tahun.

3 dari 3 Halaman

Bollacher juga memutuskan bahwa pria tersebut harus menjual mobilnya dalam kurun waktu tiga bulan ke depan. Hasil penjualan sebesar $8.158 (Kurs $1=Rp14.230) harus diberikan ke kas negara. Jika tidak bisa menjual maka mobil akan disita.

"Mobil cepat bukanlah mainan, tetapi menjadi senjata," kata Hakim Bollacher.

"Pria muda itu bisa saja melukai seorang ibu dengan kereta dorong atau pejalan kaki selama pelariannya," tutupnya.

BERI KOMENTAR