HOME » BERITA » KACA MOBIL PECAH AKIBAT AKSI KEJAHATAN, DITANGGUNG ASURANSI?

Kaca Mobil Pecah Akibat Aksi Kejahatan, Ditanggung Asuransi?

Kaca mobil yang dipecahkan oleh pencuri dapat diganti asuransi sepanjang memiliki bukti bahwa penyebabnya adalah tindak kejahatan.

Rabu, 05 Agustus 2020 13:15 Editor : Nazarudin Ray
Kaca Mobil Pecah Akibat Aksi Kejahatan, Ditanggung Asuransi?
Ilustrasi kaca mobil yang dipecahkan pencuri (thebalance.com)

OTOSIA.COM - Modus kejahatan yang masih kerap terjadi adalah dengan memecah kaca mobil. Setelah kaca pecah, pelaku kejahatan mengambil barang-barang berharga di dalam mobil.

Pencurian dengan modus memecahkan kaca tidak hanya memakai benda tumpul, namun dalam sebuah kasus beberapa waktu lalu, para pencuri menggunakan serbuk busi.

Karena itu, para pemilik kendaraan perlu waspada dan tidak meninggalkan benda atau barang-barang berharga di dalam mobil saat parkir Pasalnya, risiko tindak kejahatan seperti ini selalu mengintai kapan pun dan dimana pun mobil berada.

Terkait dengan kerusakan kaca akibat aksi kejahatan, tidak sedikit pemilik kendaraan yang bertanya, apakah kaca pecah oleh tindak kriminal dapat ditanggung pihak asuransi?

1 dari 3 Halaman

L. Iwan Pranoto, SVP Communication & Customer Service Management Asuransi Astra memberi penjelasan. Dia mengatakan, pada dasarnya risiko kaca mobil pecah karena tindak kejahatan akan ditanggung pihak asuransi.

"Jika memang terbukti penyebab pecahnya kaca mobil tersebut karena adanya tindak kejahatan, dengan demikian maka Anda tidak perlu khawatir karena akan ditanggung oleh pihak asuransi," jelasnya.

Menurut Iwan, hal tersebut sudah sesai pada Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) pasal 1 ayat 1.2 mengenai poin perbuatan jahat. Dalam ketentuan polis, perbuatan jahat merupakan tindakan seseorang atau kelompok orang yang berjumlah kurang dari 12 (dua belas) orang yang dengan sengaja merusak harta benda orang lain karena dendam, dengki, amarah, atau vandalistis.

 

2 dari 3 Halaman

Lain halnya jika disebabkan huru-hara atau aksi terorisme. Maka kejadian tersebut di luar ketentuan polis, dan tidak diganti asuransi.

"Jadi, dalam proses penggantian atau klaim itu pihak asuransi tidak serta merta memberikan tanggung jawab sebelum mengetahui penyebab. Untuk mendapatkan perlindungan mobil yang lebih menyeluruh, pelanggan dapat menambahkan perluasan jaminan sesuai dengan kebutuhan,? ungkap Iwan.

Untuk memastikan apakah tindak kejahatan di atas sudah dicover asuransi atau tidak, pemegang polis sebaiknya memeriksa kembali jenis perlindungan yang diambil. Jika sudah menambah jaminan perlindungan di luar ketentuan yang terdapat pada polis asuransi umum, maka hal tersebut tidak perlu dikhawatirkan

 

3 dari 3 Halaman

"Proteksi ini menjamin penggantian risiko kendaraan yang disebabkan beberapa penyebab, antara lain bencana alam seperti banjir, gempa bumi, tsunami, hingga kerusakan akibat kerusuhan, huru-hara, terorisme, sabotase, dan lainnya," tukasnya.

Untuk menjamin perlindungan mobil secara menyeluruh maka dipastikan pemilik kendaraan sudah melakukan perluasan jaminan. Melalui perluasan jaminan, pemilik mobil dapat mengajukan klaim secara mudah dengan cara melapor dan menyertakan bukti dokumen yang dibutuhkan.

BERI KOMENTAR