HOME » BERITA » KANGEN 'JAMBAKAN SETAN', BIKERS SENIOR KLUB JADI CLBK KE NINJA 150RR

Kangen 'Jambakan Setan', Bikers Senior Klub Jadi CLBK ke Ninja 150RR

Beberapa bikers senior dari klub Kawasaki mengaku kengen main Ninja 150RR, sehingga beberapa diantara meminang kembali motor ini

Jum'at, 03 Juli 2020 19:15 Editor : Nazarudin Ray
Kangen 'Jambakan Setan', Bikers Senior Klub Jadi CLBK ke Ninja 150RR
Ilustrasi komunitas North Batavia Ninja (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Kawasaki Ninja 150RR mulai dipasarkan PT Kawasaki Motor Indonesia tahun 2002 silam. Kala itu, motor tersebut didatangkan langsung dari Thailand antara tahun 2002 hingga 2006. Setelahnya, Ninja 2-tak ini dirakit di Indonesia.

Motor yang terkenal dengan 'jambakan setannya' rupanya menyimpan kenangan yang tidak bisa dilupakan bagi orang-orang yang pernah memakainya. Ada rasa kangen untuk open KIPS, begitu istilah anak-anak Ninja 2-tak, yang dulu pernah memiliki motor ini.

Dari gonta-ganti motor sampai mengandalkan skutik untuk harian, pada gilirannya rasa Ninja dua tak tidak pernah hilang dari benak dan hati mereka.

Mereka yang pernah menjualnya, bahkan mengaku sedikit menyesal dan ingin kembali lagi meminangnya, meski dalam kondisi bekas. Bahkan Ninja ZX-KRR 150 CBU Thailand terbilang langka. Harga bekasnya dalam kondisi apik bisa mencapai Rp 60 juta, melebihi harga bekas Ninja RR Mono dan Ninja 250.

1 dari 4 Halaman

Bikers yang pernah membesut motor ini, tidak sedikit yang membeli kembali Ninja 150RR. Namun model yang dicari adalah lansiran 2012 ke bawah yang tidak banyak memiliki lekukan tajam dengan kedok bulat. Lain halnya Ninja 150RR produksi 2012 ke atas, bodi lebih ramping dan punya sudut-sudut tajam.

Yang menarik, mereka menjualnya saat itu bukan karena faktor butuh uang, melainkan motor tidak terurus karena kesibukan dan lebih sering menggunakan kendaraan lain.

"Dulu sempet punya Ninja 150 blok KIS, juga Ninja RR. Karena gak keurus, ya dijual. Tapi gak tau kenapa tiba-tiba saya kangen lagi sama ini motor. Beberapa teman klub, anak lama main Ninja, istilahnya sudah pada sepuh, balik lagi ke Ninja RR. Jadi sekarang pada mau rencana kumpul lagi," ujar Budi, yang pernah punya moge.

Budi yang mendekati usia kepala '5' kesulitan mendapatkan ZX-KRR 150 original. Hingga akhirnya terpaksa Ia menebus Ninja RR yang tidak terlalu tua. "Teman klub masih ada yang simpan, dan sekarang pada main lagi Ninja 2 tak. Ya kumpul sekadar nostalgia. Mungkin pada kangen sama jambakannya," ujarnya.

2 dari 4 Halaman

Senada dengan Budi. Rekan satu klubnya, Siswanto juga beberapa kali gonta-ganti Ninja RR, sampai menemukan motor seken yang benar-benar tidak menguras isi kantong karena kondisinya masih baik.

"Dulu sempat punya 2 Ninja RR. Semua saya jual. Sekian tahun rindu lagi main dua tak, ya akhirnya beli lagi yang bekas. Saya ambil model lama, desainnya berciri Kawasaki sport klasik. Saya tidak suka Ninja RR keluaran terakhir. Kalau yang main Ninja lama, pasti ada rasa kangen, ya suara garingnya, ya brebetnya trus dibetot ngacir, dan banyak lagi deh," kata Siswanto yang berusia sekitar 50 tahun.

3 dari 4 Halaman

Lain halnya Rochim. Ia kembali menebus Ninja RR bukan karena 'diracuni' teman-teman komunitasnya. Justru keinginan untuk kembali mengandalkan Ninja 150 sebagai motor harian sudah ada sejak 3 tahun lalu. Hanya saja baru kesampaian sekarang.

"Tiga tahun lalu sebenarnya mau beli lagi. Cuma karena anak ketiga baru lahir, istri melarang. Minta ditunda dulu. Gimana ya, sama kayak yang lain deh, kangen aja sama suara dan saat KIPS ngebuka. Ya juga kangen touring pakai dua tak. Ya pokoknya, gak bisa lupain ni motor, walau saya sekarang banyak naik matic," ungkapnya.

Pria yang berdomisili di Tanjung Priok, Jakarta Utara ini merasa senang lantaran beberapa bikers senior di klubnya, sebagian masih mempertahankan Ninja RR, kendati beberapa di antaranya terkadang main motor besar.

"Asyik aja jadi rame lagi, itung-itung reuni. Kan sudah lebih dari 6 tahun tidak pernah nongkrong bareng. Sorry, kita gak main sunmori-sunmorian. Kapan pun mau, ya kumpul, tinggal gas. Mau malam, siang atau pagi, tapi dengan catatan kalau semuanya sempat dan bisa kita jalan. Pastinya istri ngizinin, ha-ha-ha," tukasnya berkelakar.

4 dari 4 Halaman

Rekan satu tongkrongan Budi lainnya, yakni Dicky, Ibrahim, Sugeng, dan Zacky juga tengah berburu Ninja 150. Alasannya yang dikemukakan sama seperti yang diungkapkan rider Ninja di atas. Yang paling utama menurut mereka adalah tetap menjaga tali silaturahmi tidak putus.

"Dulu dari Ninja RR kita jadi berteman. Nah sekarang, dari Ninja dua tak, semua jadi pada kumpul lagi. Ya boleh dibilang CLBK, Cinta Lama Beli Kawasaki Ninja Lagi, he-he-he. Tapi seru juga, yang tadinya Ninjanya pada gak diurusin, sekarang pada didandanin lagi jadi joss," cetus Dicky.

BERI KOMENTAR