HOME » BERITA » KAPAN SEHARUSNYA GANTI TIMING BELT? SIMAK PENJELASANNYA

Kapan Seharusnya Ganti Timing Belt? Simak Penjelasannya

Penggantian timing belt penting untuk diperhatikan. Usianya memang panjang, tetapi justru karena itu orang jadi lupa.

Kamis, 26 Juli 2018 15:45 Editor : Cornelius Candra
Foto: smart-car.ir

OTOSIA.COM - Karet sabuk yang memutar pulley mesin alias timing belt merupakan benda lunak yang perannya vital dalam proses kerja jantung pacu mobil.

Lupa ganti dan getas, bisa-bisa belt itu putus dan bagian dalam mesin mobil pun berhantaman.

Makanya, penggantian timing belt penting untuk diperhatikan. Usianya memang panjang, tetapi justru karena itu orang jadi lupa.

Soal berapa usianya, Oman Syahroni, Kepala Teknisi Benzi Motor di bilangan Jakarta Pusat bilang setidaknya 20.000 km sudah ganti.

"Usia timing belt sebenarnya lumayan panjang. Bisa 40.000 km. Cuma saya tidak sarankan ganti pas 40.000. Menjaga agar di jalan tidak tiba-tiba putus. Sebelum dia mendekati rusak, biasanya sudah diganti duluan, misalnya 20.000 km," kata dia.

Dengan cara itu, pengemudi tidak perlu waswas. Penggantian lebih awal itu sendiri bisa menghindari mobil dari kerusakan mesin tadi.

"Itu kan lebih aman, jangan sampai sudah 40.000 km kita lupa, terus putus, kan risiko," kata dia.

Lain lagi dengan Eris Novansyah Gunawan dari Anugerah Motor di Jakarta Pusat. Usia timing belt yang ia jual diperkirakan biasa 60.000 km.

"Cuma kadang bengkel cari aman. Kalau pemakaiannya di Jakarta, biasanya bengkel dari spidometer yang lama ditambah 40.000 km," ujarnya.

Ada hal yang tidak disadari juga soal waktu timing belt. Eris mewanti-wanti, usia timing belt tidak melulu berdasarkan kilometer.

"Ini buat spare ketika kita manasin mesin atau macet, itu kan dia tetap berputar, tetapi enggak kehitung di kilometernya," ujarnya.

(kpl/why/crn)

BERI KOMENTAR