HOME » BERITA » KAPASITAS ANGKUTAN UMUM DINAIKKAN JADI 70 PERSEN DEMI TARIF LEBIH MURAH

Kapasitas Angkutan Umum Dinaikkan Jadi 70 Persen Demi Tarif Lebih Murah

Kapasitas angkutan umum akan dinaikkan menjadi 70 persen. Hal itu dilakukan agar operator menurunkan tarif angkutan umum.

Sabtu, 27 Juni 2020 13:15 Editor : Dini Arining Tyas
Kapasitas Angkutan Umum Dinaikkan Jadi 70 Persen Demi Tarif Lebih Murah
Angkutan umum (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Selama serangan pandemi virus Corona (COVID-19), transportasi menjadi salah satu sektor yang terimbas. Tapi pihak yang berwenang mulai menaikkan secara bertahap kapasitas angkutan umum.

Pasalnya, tarif angkutan umum naik saat pembatasan kapasitas moda transportasi. Sehingga, Direktorat Jenderal perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiadi mengatakan, pihaknya akan menambah kapasitas penumpang menjadi 70 persen mulai 1 Juli 2020.

Hal itu untuk membuat tarif angkutan umum kembali normal. Pihaknya pun berharap operator transportasi umum menurunkan tarifnya.

"Sebetulnya wacana menaikkan tarif itu kayak kemarin waktu saya dari bandara, kemudian saya tanya ke damri yang tadinya biasanya Rp 50 ribu ada kenaikkan Rp 100 ribu, tapi setelah saya tanya kepada para penumpangnya, mereka memaklumi karena memang untuk menutup operasional cost nya juga sama tapi dengan kapasitas kurang itu mereka menyadari," kata Budi dalam konferensi pers, Jumat (26/6/2020), disitat dari Liputan6.com.

1 dari 2 Halaman

Tapi setelah pihaknya membuka kapasitas penumpang menjadi 70 persen diharapkan pendapatan operator angkutan umum akan kembali normal, dengan catatan dimungkinkan load factor penumpangnya juga naik.

"Tapi menurut saya ada dua hal, yang pertama pembatasan, kedua apakah demandnya sudah muncul kembali atau belum. Menurut saya untuk bis bandara demandnya belum kembali, masih jauh dari yang diharapkan mungkin sepanjang itu operator masih akan tetap menaikkan tarif nya, karena memang untuk operasional kendaraannya kan sama sebelum ada covid-19," ungkapnya.

Ia pun menyebut sebelum menyusun skema untuk kapasitas penumpang, pihaknya sudah berdiskusi  dengan Asosiasi angkutan darat seperti Organisasi Angkutan Darat (ORGANDA),  dan Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI,  ada wacana untuk menaikkan tarif itu antara 25-50 persen untuk bis premium.

2 dari 2 Halaman

"Ini mereka sendiri yang mengusulkan, tapi ini untuk bis premium bukan untuk ekonomi. Kalau ekonomi kan kita atur tarifnya. Tapi untuk premium sebetulnya diatur oleh mereka pihak operator  sendiri, waktu itu 25-50 persen, tetapi setelah kita menaikkan kapasitas 70 persen, kalau memang itu tercapai harusnya tidak naik tarifnya," kata Budi.

Kata Budi namun itu semua kembali lagi apakah permintaan akan penggunaan angkutan umum sudah naik atau belum, serta demand manajemennya, dalam arti kendaraan bis yang berada di terminal bisa mengembalikan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap angkutan umum sudah kembali normal atau belum.

"Nah ini belum terjadi, jadi artinya menurut saya bisa saja pihak operator menaikka tarif karena demand-nya belum sesuai dengan apa yang kita buka 70 persen," pungkasnya.

BERI KOMENTAR