HOME » BERITA » KAPASITAS TRANSPORTASI UMUM HANYA 70% SELAMA PPKM DARURAT

Kapasitas Transportasi Umum Hanya 70% Selama PPKM Darurat

Selama periode PPKM Darurat 3-20 Juli 2021, kapasitas transportasi umum hanya diizinkan 70%.

Jum'at, 02 Juli 2021 10:15 Editor : Dini Arining Tyas
Kapasitas Transportasi Umum Hanya 70% Selama PPKM Darurat
Ilustrasi situasi di terminal bus (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - PPKM Darurat akan mulai berlaku pada 3 Juli 2021 dan berakhir pada 20 Juli 2021. Ada banyak ketentuan selama penerapan PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali.

"Saya memutuskan untuk memberlakukan PPKM Darurat sejak 3-20 Juli khusus di Jawa dan Bali," kata Presiden Joko Widodo dalam akun Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (1/7/2021).

Dikutip dari dokumen resmi pemerintah soal Panduan Implementasi Pengetatan Aktivitas Masyarakat Pada PPKM Darurat Jawa Bali, Kamis (1/7/2021). Ada beberapa cakupan dalam pengetatan aktivitas, salah satunya terkait transportasi.

1 dari 2 Halaman

Transportasi umum (kendaraan umum, angkutan masal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa/rental) diberlakukan dengan pengaturan kapasitas maksimal 70% (tujuh puluh persen) dengan menerapkan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Pemerintah juga memberlakukan 100 persen Work from Home untuk sektor non essential. Untuk sektor essential diberlakukan 50% maksimum staf Work from Office (WFO) dengan protokol kesehatan, dan untuk sektor kritikal diperbolehkan 100% maksimum staf WFO dengan protokol kesehatan.

2 dari 2 Halaman

Cakupan sektor essential adalah keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan non penanganan karantina Covid19, serta industri orientasi ekspor.

Cakupan sektor kritikal adalah energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (seperti listrik dan air), serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka.com 

BERI KOMENTAR