HOME » BERITA » KARENA BAN CADANGAN, NISSAN DIGUGAT KONSUMENNYA

Karena Ban Cadangan, Nissan Digugat Konsumennya

Tiga pemilik Nissan Elgrand menggugat PT Nissan Motor Indonesia (NMI). Hal ini lantaran Nissan Elgrand tak dibekali tempat atau ban cadangan.

Rabu, 06 Juni 2018 21:45 Editor : Dini Arining Tyas
Nissan Elgrand/Nissan Indonesia

OTOSIA.COM - Tiga pemilik Nissan Elgrand menggugat PT Nissan Motor Indonesia (NMI). Hal ini lantaran Nissan Elgrand tak dibekali tempat atau ban cadangan.

Ketiganya adalah David Tobing, Agus Soetopo, dan Dessy Tiur, yang melayangkan gugatan karena merasa dirugikan, karena Nissan Tipe Elgrand 2.5 highway Star (4x2) A/T tak dilengkapi ban cadangan serta tempat ban cadangan.

"Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2012 Tentang Kendaraan, pihak yang membuat, merakit, dan/atau mengimpor kendaraan motor secara massal untuk melakukan uji tipe terhadap fisik atau penelitian terhadap rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor, dan komponen yang harus dipenuhi meliputi keberadaan ban cadangan dan tempat ban cadangan," jelas David Tobing kepada Liputan6.com, Rabu (6/6/2018).

Selain itu, tiga pemilik Nissan Elgrand ini juga menuntut Kementeran Perhubungan (Kemenhub), ikutbertanggung jawab. Pasalnya, instansi tersebut yang berwenang untuk mengeluarkan Sertifikat Uji Tipe terhadap Pengujian fisik serta rancang bangun dan rekayasa kendaraan bermotor.

"Jadi karena mobil seharusnya tidak lulus uji tipe, dan tidak boleh dijual maka Nissan harus mengembalikan uang pembelian serta konsumen mengembalikan mobil," tambahnya.

Dalam petitiumnya, para penggugat meminta kepada Majelis Hakim, antara lain menyatakan para tergugat telah melakukan Perbuatan Melawan Hukum. Lalu, memerintahkan Menteri Perhubungan untuk membatalkan Sertifikat Uji Tipe terhadap Mobil Merek Nissan Tipe Elgrand 2.5 Highway Star (4x2) A/T.

Selain itu, menghukum Nissan indonesia secara tanggung renteng untuk mengembalikan kepada Penggugat I, Penggugat II, dan Penggugat III berupa uang masing-masing sebesar Rp 830 juta, dan memerintahkan kepada para penggugat untuk mengembalikan mobil tersebut kepada Nissan Indonesia.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR