HOME » BERITA » KASUS KECELAKAAN LALU LINTAS SELAMA PANDEMI COVID-19 TURUN, TAPI...

Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Selama Pandemi COVID-19 Turun, Tapi...

Meski kasus kecelakaan lalu lintas turun dibandingkan sebelum pandemi, namun masih relatif tinggi jika dibandingkan dengan penurunan volume kendaraan di jalan raya.

Selasa, 30 Maret 2021 21:15 Editor : Nazarudin Ray
Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Selama Pandemi COVID-19 Turun, Tapi...
Ilustrasi pemotor menerobos pintu kereta api (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Aktivitas masyarakat yang terbatas akibat pandemi COVID-19 berbanding lurus dengan angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jakarta. Namun risiko kecelakaan lalu lintas tidak hanya bergantung pada situasi lalu lintas.

Berdasarkan data Polda Metro Jaya Bidang Lalu Lintas, pada masa pandemi COVID-19, jumlah kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) pada sepanjang 2020 menurun hingga 7.565 kasus.

Meski terjadi penurunan angka dari sebelum pandemi, namun masih relatif tinggi jika dibandingkan dengan penurunan volume kendaraan di jalan raya dan kasus kecelakaan yang hanya turun 15 persen atau 8.877 kasus dibandingkan tahun 2019.

Sementara Kominfo mengutip data Kepolisian, rata-rata 3 orang meninggal setiap jam akibat kecelakaan jalan di Indonesia. Data yang sama menyatakan 3 penyebab utama kecelakaan lalu lintas antara lain, faktor manusia (61 persen), yang berkaitan dengan kemampuan serta karakter pengemudi, faktor prasarana dan lingkungan (30 persen), dan faktor kendaraan (9 persen).

1 dari 2 Halaman

Riset Adira

Melihat tingginya angka fatalitas kecelakaan lalu lintas, PT Asuransi Adira Dinamika Tbk (Adira Insurance) kembali mengagas CSR 'I Wanna Get Home Safely' (IWGHS) dalam program Indonesia Road Safety Award (IRSA). Ini adalah sebuah kampanye yang menggaungkan pesan keselamatan jalan bagi masyarakat luas di Indonesia yang kini sudah berjalan selama lebih dari 10 tahun.

Menerobos lampu merah berjamaah

Berbeda dari program IRSA sebelumnya, riset tahun ini berfokus pada perilaku berkendara masyarakat Indonesia yang mencakup tiga aspek yaitu pengetahuan, sikap, dan perilaku.

"Kami melihat bahwa untuk meningkatkan kesadaran berperilaku aman dan selamat, diperlukan edukasi keselamatan berkendara yang meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pengguna jalan," ujar Direktur Adira Insurance, Wayan Pariama dalam jumpa pers virtual, Selasa (30/03/2021).

 

2 dari 2 Halaman

Berdasaran hasil riset Adira Insurance pada penyelenggaraan IRSA, rata-rata indeks keselamatan berkendara di Indonesia mencapai 76 persen. Nilai tersebut didapat dari aspek pengetahuan/knowledge mencapai 87 persen, aspek sikap/attitude mencapai 83 persen serta aspek perilaku/behavior memiliki indeks terendah yaitu 58 persen.

Riset tersebut riset tahun ini berfokus pada aspek berbeda yaitu perilaku masyarakat itu sendiri. Riset ini dilakukan dalam periode 3 bulan sejak Oktober 2020. Riset dilakukan berdasarkan 1.500 responden yang tersebar di 15 Kota besar di Indonesia, yaitu DKI Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Medan, Padang, Palembang, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, dan Makassar.

"Kami berharap riset ini dapat membantu mendefinisikan indeks keselamatan berkendara dari pemetaan profil berkendara masyarakat Indonesia dan mengukur risiko dari perilaku masyarakat Indonesia di jalan. Risiko dalam temuan ini tentunya harus dikelola untuk dapat mewujudkan keselamatan jalan," pungkas Wayan.

BERI KOMENTAR