HOME » BERITA » KASUS MOGE ER-6N TABRAK WANITA, PENGAMAT: SUNMORI BUKAN KEBUT-KEBUTAN

Kasus Moge ER-6N Tabrak Wanita, Pengamat: Sunmori Bukan Kebut-Kebutan

Kasus kecelakaan saat sunmori banyak terjadi karena rombongan bikers tidak memahami prinsip riding sunmori, dan hanya sekadar unjuk gigi serta gaya-gayaan.

Rabu, 04 Agustus 2021 11:15 Editor : Nazarudin Ray
Kasus Moge ER-6N Tabrak Wanita, Pengamat: Sunmori Bukan Kebut-Kebutan
Ilustrasi bikers Australia riding bareng (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Masih ingat kasus tragis pengendara Kawasaki ER-6N yang menabrak seorang wanita pengendara Honda Beat hinga tewas di Bintaro, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu? Kasus ini cukup menyita perhatian netizen dan mengundang keprihatinan banyak orang. Terlebih pengendara moge yang menabrak masih terhitung ABG atau berusia 17 tahun.

Sebagian netizen pun mengait-ngaitkannya dengan sunday morning ride (sunmori) yang pada praktiknya kerap ugal-ugalan dan kebut-kebutan di jalan raya. Dan kebetulan peristiwa kecelakaan tersebut terjadi saat pengendara moge ABG melakukan sunmori bersama teman-temannya.

1 dari 2 Halaman

Dari kaca pengamat keselamatan jalan yang juga sebagai Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana, sunmori dapat menimbulkan bahaya bagi pengendara lain jika dilakukan hanya sekadar menikmati kecepatan.

Menurt Sony, peserta sunmori semestinya tidak berusaha saling kejar, apalagi memanas-manasi satu lain dan sekadar hanya untuk gaya-gayaan. Artinya, satu orang mengompori untuk betot gas, maka yang lain akan terpancing ikut kebut-kebutan.

"Saat sunmori jangan pernah merasa aman dan jangan gampangin masalah di jalan raya. Karena yang mampu menyelamatkan kita hanya cara berfikir yang aman. Jadi pikir-pikir sebelum gas diplintir," imbuhnya.

2 dari 2 Halaman

Sunmori, lanjut Sony, pada prisinpnya adalah aktivitas riding yang santai dan menikmati perjalanan. Pastinya, terarah dan mengedepankan keselamatan bersama, bukan "show of force" dengan memacu kendaraan sesukanya.

"Yang terjadi selama ini, banyak rider yang berfikir mumpung pagi sepi, sehingga dimanfaatkan sejenak untuk tancap gas, tapi akhirnya keterusan. Karena rata-rata mereka bergerombol, dan pada akhirnya saling manas-manasin. Harusnya sesama komunitas saling mengingatkan," tuntasnya.

BERI KOMENTAR