HOME » BERITA » KASUS PELAT NOMOR PALSU TERTILANG E-TLE, APA YANG HARUS DILAKUKAN

Kasus Pelat Nomor Palsu Tertilang E-TLE, Apa yang Harus Dilakukan

Ketika Otolovers dirugikan lantaran terlibat pemalsuan pelat nomor dan tertilang E-TLE, ini yang harus dilakukan.

Selasa, 30 Juli 2019 17:15 Editor : Cornelius Candra
Kasus Pelat Nomor Palsu Tertilang E-TLE, Apa yang Harus Dilakukan
Kamera cctv E-TLE (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Belum lama ini media sosial ramai memperbincangkan pemalsuan pelat nomor. Kasus ini terungkap setelah seorang pria bernama Radityo Utomo menerima surat konfirmasi tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), Kamis (18/7/2019).

Kemudian, setelah ia melakukan konfimasi melalui situs etle-pmj.info, baru terungkap jika ada yang menggunakan pelat nomor miliknya dan tertangkap kamera tengah melanggar lalu lintas, yaitu tidak menggunakan sabuk pengaman.

Memang, dalam gambar bukti rekaman CCTV, tertulis jelas pelat nomornya miliknya, B 1826 UOR dan jenis kendaraannya juga sama, yaitu Toyota Yaris.

"Nah, waktu akses itulah saya ngerasa aneh. Karena waktu pelanggarannya tanggal 18 Juni jam 17.30 di sekitar Monas. Sementara itu, waktu saya masih cuti dan lagi nemenin istri yang abis lahiran di rumah di daerah Jaktim. Apa iya saya lupa kalau pernah ke Jakpus tanggal segitu," ungkap Radityo seperti yang diunggah di akun Twitter-nya @rdtyou, Selasa (30/7/2019).

Merasa penasaran, si pemilik mobil kemudian meneliti lebih detail foto dan video yang diambil dari web ETLE. Meskipun pelat nomor dan mobil sama, namun ada perbedaan dari bentuk grille dan warna kendaraan.

1 dari 1 Halaman

Konfirmasi Kepolisian

Kasus Pelat Nomor Palsu Tertilang E-TLE, Apa yang Harus DilakukanKonfirmasi Kepolisian

Wah ini sih ada indikasi pemalsuan pelat nomor. Langsung saya tanggal 24 Juli kemarin datang ke kantor Ditlantas di pancoran untuk konfirmasi kekeliruan. Untungnya kondisi lagi sepi pelanggar, dan saya agak leluasa ngobrol dengan petugas. Setelah penjelasan disertai bukti-bukti foto kendaraan saya gak lama mereka keluari surat pembukaan blokir atas STNK saya, tegasnya.

Sementara itu, mengonfirmasi langsung kepada Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, kompol Muhammad Nasir, kasus ini memang belum sampai ke tahap tilang. Sistem ETLE itu, bekerja menangkap bukti pelanggaran, dan mengirimkan hasil tangkapan kamera itu kepada pemilik yang sesuai dengan data kepemilikan kendaraan.

Jadi, setelah menerima surat, pemilik harus melakukan konfirmasi, apakah benar data-datanya, melakukan pelanggaran sesuai dengan bukti tangkapan kamera ETLE, dan lain-lain, tegas Nasir melalu sambungan telepon kepada Liputan6.com, Selasa (30/7/2019).

Jadi, dalam kasus ini, memang belum ada pemblokiran ataupun tilang. Dan dengan bukti yang ada, proses hukum pelanggaran lalu lintas yang bersangkutan tidak kami teruskan. Jadi salah itu jika sudah ditilang atau diblokir, hanya konfirmasi saja, pungkasnya.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR