HOME » BERITA » KASUS PENCULIKAN OLEH SOPIR TAKSI ONLINE TERNYATA SALAH PAHAM

Kasus Penculikan oleh Sopir Taksi Online Ternyata Salah Paham

Ternyata hanya salah paham dan langsung berakhir damai.

Rabu, 12 Februari 2020 13:15 Editor : Cornelius Candra
Kasus Penculikan oleh Sopir Taksi Online Ternyata Salah Paham
Kasus dugaan penculikan oleh sopir taksi online berakhir damai (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Belum lama ini netizen digegerkan dengan dugaan penculikan yang dilakukan oleh sopir taksi online. Namun, kasus ini berakhir damai setelah keduanya dipertemukan di Polda Metro Jaya pada Selasa kemarin (11/2).

Mengutip dari Liputan6.com, penumpang bernama Istiani dan sopir taksi online Muhammad Imam sepakat, kasus ini terjadi karena adanya kesalahpahaman.

"Saya telah memahami bahwa adanya kesalahpahaman yang terjadi dikarenakan driver tersebut baru memulai jadi driver selama satu bulan dan terjadi human eror kesalahan arah tujuan yang membuat saya panik dan meminta diturunkan di pinggir tol arah ke Jalan Raya," kata dia di Polda Metro Jaya, Selasa (11/2).

1 dari 3 Halaman

Istiani dan sopir taksi online sudah saling meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi. Istiani mengaku akan segera mencabut laporan polisi.

"Secepatnya perhari ini juga saya mau cabut laporannya," ujar dia.

Sopir taksi online, Muhammad Imam mengaku belum memahami betul cara kerja aplikasi taksi online secara menyeluruh.

"Ini juga buat pelajaran saya, jadi saya minta maaf karena ketidaknyamanan mbak atas semua kejadian ini," ucap dia.

2 dari 3 Halaman

Menurut dia, saat itu juga sempat terjadi kesalahaan di aplikasi Maps yang menunjukkan arah ke Tol Kebon Jeruk.

"Pertama, saya sudah menanyakan ke mbak Istiani bahwa ke arah Dharmawangsa ini, betul atau engga. Saya pencetlah itu aplikasi maps, keluar di maps arahnya ke Tol Kebon Jeruk," terang dia.

Selain itu, Imam mengaku belum terlalu hafal jalanan di Jakarta Selatan. Imam merupakan perantau asal Brebes, Jawa Tengah.

3 dari 3 Halaman

"Enggak tahu kalau daerah Jakarta Selatan, kalau daerah Jakarta Barat masih sedikit taulah," tutur dia.

Imam mengaku merasa dirugikan atas kasus ini. Tapi, dia menjadikan ini sebagai pengalaman. Imam tetap menjalani profesi sebagai sopir taksi online.

"Ini jadikan pengalaman bukan buat kapok. Ya walaupun akun masih di suspen. Makanya saya nanti ke kantor lagi mau aktifkan," terang dia.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR