HOME » BERITA » KATA PAKAR FENG SHUI, LEBIH BANYAK CITY CAR TERENDAM BANJIR JAKARTA TAHUN DEPAN

Kata Pakar Feng Shui, Lebih Banyak City Car Terendam Banjir Jakarta Tahun Depan

Master feng shui, Suhu Yo, meramalkan banjir besar akan terjadi di Jakarta awal tahun depan. Menurut dia city car akan lebih banyak terendam banjir pada tahun depan.

Selasa, 20 Oktober 2020 19:15 Editor : Nazarudin Ray
Kata Pakar Feng Shui, Lebih Banyak City Car Terendam Banjir Jakarta Tahun Depan
Ilustrasi banjir di Ibukota beberapa waktu lalu (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan dalam periode sepekan ke depan akan terjadi peningkatan curah hujan dengan itensitas lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Karena itu masyarakat diminta waspada tehadap kemungkinan terjadinya banjir di beberapa wilayah yang rentan terkena dampak hujan ekstrem, seperti Jakarta dan sekitarnya.

Mengenai banjir, hujan lebat dan siklus banjir lima tahunan di Ibukota menjadi momok bagi warga Jakarta. Tidak terkecuali bagi pemilik kendaraan. Pada awal tahun ini saja Jakarta dilanda banjir hebat yang turut merendam kendaraan.

1 dari 2 Halaman

Selain ramalan cuaca BMKG, menurut master feng shui Indonesia, Suhu Yo, curah hujan yang lebat akan terjadi sampai awal tahun depan. Ia meminta warga Ibukota untuk berhati-hati.

"Banjirnya Jakarta karena curah hujan tinggi dan adanya air laut pasang, karena menurut penanggalan Chinese tahun 2021 ada lun gwe atau bulan kembar," katanya.

Berdasarkan ramalannya, awal tahun depan akan banyak mobil yang terendam dibandingkan. Yang menarik menurut ramalan Suhu Yo, mobil yang paling banyak terendam banjir adalah jenis city car.

 

2 dari 2 Halaman

"Tahun 2021 pada bulan Januari sampai Maret Indonesia mengalami banjir besar terutama kota Jakarta. Karena alam, akan ada banjir besar, maka ribuan mobil, terutama city car di Jakarta akan banyak yang tenggelam," ungkapnya.

Meski demikian, langkah antisipatif perlu dilakukan terutama mereka yang tinggal di daerah yang rawan banjir, agar tidak mengalami kerugian yang lebih besar.

Namun sekali lagi, ini hanya sebuah penerawangan, ramalan. Kembali lagi ke keyakinan masing-masing, boleh percaya, boleh juga tidak.

 

BERI KOMENTAR