HOME » BERITA » KATA TOYOTA SOAL ALPHARD TERBAKAR DI PONDOK INDAH

Kata Toyota soal Alphard Terbakar di Pondok Indah

Soal Toyota Alphard yang terbakar di jalan arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, Toyota masih menunggu panggilan polisi.

Selasa, 12 Mei 2020 19:15 Editor : Dini Arining Tyas
Kata Toyota soal Alphard Terbakar di Pondok Indah
Toyota Alphard terbakar (Instagram/agoez_bandz4)

OTOSIA.COM - Toyota Alphard putih terbakar di jalan Arteri Pondok Indah, Senin (11/5/2020). Polisi menyebt dugaan sementara penyebab kebakaran itu akibat korsleting.

Sementara itu, menanggapi insiden ini, pihak Toyota Astra Motor (TAM) mengaku menunggu panggilan pihak kepolisian.

"Soal Alphard, kita sudah diinfo dari dealer. Jadi intinya kita sedang menunggu informasi lebih lanjut, karena kemarin sudah sore jadi belum ada panggilan buat TAM untuk mengunjungi unit tersebut," kata Marketing Director PT TAM, Anton Jimmi Suwandy di Jakarta, disitat dari Liputan6.com.

1 dari 2 Halaman

Masih belum mengetahui masalah yang terjadi, Anton menegaskan pihaknya siap dilibatkan untuk melakukan investigasi seperti kasus Toyota Camry yang terbakar beberapa tahun lalu.

"Karena saya rasa penanganan unit ini berada di tangan yang berwajib, jadi kita sedang menunggu panggilan biasanya dari kepolisian. TAM sendiri siap untuk melakukan investigasi," ujarnya.

Selain itu, Anton juga belum mengetahui secara detail apakah Alphard yang digunakan merupakan produk yang didatangkan oleh pihaknya atau importir umum.

2 dari 2 Halaman

"Alphard banyak tipenya. Bisa juga beli melalui paralel import, kita belum tau. Jadi investigasi itu resmi, kita diminta official untuk membuat laporan ke pihak yang bersangkutan, penyebab kebakaran itu sendiri apa," ujarnya.

Selama investigasi, TAM mengaku kesalahan yang terjadi dan membuat mobil terbakar rata-rata dikarenakan kesalahan pengguna, salah satunya melakukan modifikasi di sistem kelistrikan.

"Kebanyakan datang dari beberapa hal. Ada juga yang melakukan pemasangan aksesori elektrikal yang tidak genuine part. Misalnya, mengganti lampu halogen dengan HID secara sendiri. Jadi enggak ada pengamanannya. Nah itu bisa jadi terbakar," tutur Anton.

BERI KOMENTAR