HOME » BERITA » KEBIASAAN BURUK YANG BIKIN BAN MOBIL CEPAT AUS DAN MINTA DIGANTI

Kebiasaan Buruk yang Bikin Ban Mobil Cepat Aus dan Minta Diganti

Ban mobil cepat aus biasanya disebabkan oleh gaya berkendara yang buruk. Tentunya hal ini harus dihindari oleh para pengemudi.

Jum'at, 31 Mei 2019 17:45 Editor : Ahmad Muzaki
Kebiasaan Buruk yang Bikin Ban Mobil Cepat Aus dan Minta Diganti
Ilustrasi cek keausan ban mobil (usatoday.com)

OTOSIA.COM - Ban mobil cepat aus biasanya disebabkan oleh gaya berkendara yang buruk. Tentunya hal ini harus dihindari oleh para pengemudi. Dikarenakan, menggunakan ban mobil dengan kondisi aus cukup berisiko, seperti bisa pecah kapan saja dan fatalnya adalah kecelakaan.

Oleh sebab itu, para pengemudi harus mengecek kondisi ban sebelum melakukan perjalanan. Namun, tidak hanya pengecekan, Otolovers juga bisa melakukan antisipasi agar ban mobil tak cepat aus.

Dilansir dari Zing, seorang ahli perawatan mobil, Mathieu Boonen dari Amerika memberikan tips singkat agar ban mobil tak cepat aus.

1 dari 5 Halaman

Luruskan Posisi Ban Mobil

Kebiasaan Buruk yang Bikin Ban Mobil Cepat Aus dan Minta DigantiLuruskan Posisi Ban Mobil

Pengemudi mobil harus terbiasa untuk meluruskan ban ketika dalam keadaan berhenti, baik itu saat di lampu merah atau sedang parkir. Ini bertujuan untuk menghindari ban mobil tidak aus sebelah.

2 dari 5 Halaman

Rotasi Ban Mobil

Kebiasaan Buruk yang Bikin Ban Mobil Cepat Aus dan Minta DigantiRotasi Ban Mobil

Kesalahan yang kerap dilakukan pengemudi lainnya adalah jarang atau bahkan tidak pernah merotasi ban mobil secara berkala. Kebiasaan ini perlu dihindari agar ban mobil tidak aus sebelah. Otolovers bisa menukar ban depan kanan dengan bagian belakang sisi kiri dan begitu pula untuk ban di sisi lainnya. 

3 dari 5 Halaman

Kendalikan Kecepatan Mobil

Kebiasaan Buruk yang Bikin Ban Mobil Cepat Aus dan Minta DigantiKendalikan Kecepatan Mobil

Selanjutnya, pengendara saat melakukan perjalanan juga harus memperhatikan kecepatan. Semakin cepat mobil melaju, maka tekanan yang diberikan pada ban jauh lebih besar. Ketika ini sering dilakukan, ban mobil akan semakin cepat aus. Terlebih lagi apabila pengemudi kerap mengerem mendadak.

4 dari 5 Halaman

Periksa Tekanan Ban

Kebiasaan Buruk yang Bikin Ban Mobil Cepat Aus dan Minta DigantiPeriksa Tekanan Ban

Yang tidak boleh dilupakan para pengemudi adalah tekanan ban yang sesuai dengan standar. Biasanya setiap pabrikan sudah memberikan standar khusus untuk ban yang telah dikeluarkan. Standar tekanan ban ini bisa Otolovers ketahui di dinding ban.

5 dari 5 Halaman

Cara Mengenali Tanda Ban Aus

Kebiasaan Buruk yang Bikin Ban Mobil Cepat Aus dan Minta DigantiCara Mengenali Tanda Ban Aus

Mengetahui kondisi ban mobil sebelum melakukan perjalanan cukup penting dilakukan. Hal ini tentunya untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan, seperti pecah ban atau risiko kecelakaan karena kondisi ban yang buruk.

Ternyata untuk mengetahui tingkat keausan ban mobil cukup mudah. Mathieu Boonen yang merupakan ahli dalam perawatan mobil asal Amerika membagikan cara tersebut.

Melansir dari Zing, ternyata yang menjadi faktor utama keausan adalah umur ban. Seiring berjalannya waktu, ban akan lebih keras dan mulai retak di beberapa sisi.

Selain umur ban, ternyata penggunaan juga mempengaruhi tingkat keausan. Semakin sering digunakan, apalagi untuk perjalanan jauh, ban akan mudah terkikis dan tipis. Oleh sebab itu, pastikan tapak ban tidak melebihi 1,5 mm. Ini juga bisa menjadi patokan Otolovers terkait layak tidaknya ban digunakan.

Biasanya untuk mengetahui tingkat keausan, setiap pabrikan ban sudah memberikan tanda khusus. Tanda tersebut kerap ditaruh di tengah kembangan ban. Jika ketebalan ban sudah mendekati tanda tersebut, sebaiknya ban segera diganti. Hal ini menandakan ban sudah memiliki tingkat keausan tinggi serta berisiko pecah sewaktu-waktu, apalagi jika terkena paku dan bahan tajam lainnya.

Setidaknya ban harus diganti apabila sudah mencapai 60.000 km, namun tergantung dari jam terbang kendaraan tersebut. Untuk usia ban normal pemakaiannya selama 2-3 tahun.

BERI KOMENTAR