HOME » BERITA » KEBIASAAN BERBAHAYA PENGENDARA MOBIL MATIK, INJAK REM PAKAI KAKI KIRI

Kebiasaan Berbahaya Pengendara Mobil Matik, Injak Rem Pakai Kaki Kiri

Salah satu kebiasaan yang mengundang bahaya ketika mengemudikan mobil matic adalah menginjak pedal rem dengan kaki kiri.

Rabu, 19 Agustus 2020 13:15 Editor : Nazarudin Ray
Kebiasaan Berbahaya Pengendara Mobil Matik, Injak Rem Pakai Kaki Kiri
Ilustrasi mobil bertransmisi otomatis (Istimewa)

OTOSIA.COM - Saat ini mobil bertransmisi otomatis banyak menjadi pilihan, terutama mereka yang tinggal di kota-kota besar. Selain mudah dan praktis tanpa perlu injak pedal kopling dan banyak memindahkan gigi, mobil matic lebih disukai di situasi jalan perkotaan yang padat dan stop and go.

Meski mudah dikendarai, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah kebiasaan menggunakan kaki kiri ketika menginjak pedal rem.

Aftersales Support Astra Peugeot, Samsudin menjelaskan, kebiasaan tersebut membahayakan pengemudi serta penumpang. Melakukan pengereman dengan menggunakan kaki kiri dapat menimbulkan missed feeling dan akan menjadi berbahaya.

1 dari 2 Halaman

Selain itu, pengemudi juga dapat secara tidak sengaja menginjak pedal rem dan gas di saat yang bersamaan. Hal ini dapat mempersingkat usia komponen seperti clutch pada transmisi otomatis.

"Sebab pada posisi itu kopling dalam kondisi bekerja atau berputar, tetapi daya geraknya ditahan oleh tekanan rem," papar Samsudin.

Perilaku tersebut terjadi terutama mereka yang pernah terbiasa dengan mobil transmisi manual dan beralih ke matic, di mana kaki kiri mereka sudah terbiasa menginjak tuas pedal kopeling sangat dalam.

"Namun bila dilakukan hal serupa terhadap pedal rem saat menggunakan mobil matic, dikhawatirkan mobil akan berhenti secara mendadak. Jelas hal ini membahayakan diri sendiri juga orang lain," tukasnya.

2 dari 2 Halaman

Dijelaskan lebih jauh, kadar feeling antara kaki kanan dan kiri saat melakukan pengereman dengan mobil matic sangat berbeda. Apalagi saat mengoperasikan mobil manual, kaki kanan lebih aktif buat tekan pedal rem.

"Sebaiknya selalu menggunakan kaki kanan untuk mengoperasikan pedal gas dan pedal rem secara bergantian," imbuhnya.

Sementara di sisi lain, banyak penguna mobil matic mengganggap tanpa perawatan dibanding dengan mobil bertransmisi manual. Mobil bertansmisi otomatis juga butuh melakukan perawatan sistem transmisi. Misalnya perawatan terhadap oli transmisi.

Oli transmisi zaman sekarang sudah memakai jenis Long Life yang artinya memiliki usia pakai yang panjang dan hanya menambah jika terjadi kekurangan yang disebabkan oleh kebocoran.

"Namun untuk menjaga agar transmisi kendaraan lebih awet dan performa lebih terjaga, tetap disarankan agar oli transmisi diganti per 40 ribu kilometer karena kondisi lalulintas dan suhu yang tinggi," tutupnya.

BERI KOMENTAR