HOME » BERITA » KEBIJAKAN GANJIL GENAP MENJADI ALASAN UTAMA ORANG BELI MOBIL BEKAS

Kebijakan Ganjil Genap Menjadi Alasan Utama Orang Beli Mobil Bekas

Keputusan seseorang dalam membeli mobil bekas, umumnya didasari oleh faktor harga yang relatif lebih murah dibandingkan mobil baru. Mayoritas orang menilai, dengan budget dana yang terbatas seseorang dapat memiliki sebuah mobil bekas kelas premium dengan harga yang jauh lebih murah.

Rabu, 20 Maret 2019 09:45 Editor : Ahmad Muzaki
Ilustrasi deretan mobil bekas (Otosia.com/Muhammad Ikbal)

OTOSIA.COM - Keputusan seseorang dalam membeli mobil bekas, umumnya didasari oleh faktor harga yang relatif lebih murah dibandingkan mobil baru. Mayoritas orang menilai, dengan budget dana yang terbatas seseorang dapat memiliki sebuah mobil bekas kelas premium dengan harga yang jauh lebih murah.

Namun, nampaknya faktor harga murah tersebut kini bukan menjadi faktor utama dalam membeli mobil bekas. Terdapat faktor lain yang justru dalam beberapa bulan belakangan ini dinilai menjadi faktor dan alasan utama seseorang dalam membeli mobil bekas.

Faktor tersebut ialah nomor polisi mobil bekas tersebut. Mengapa demikian? Hal ini tidak terlepas dari diberlakukannya peraturan terkait ganjil genap di beberapa jalanan protokol ibu kota.

Menurut diler penjualan mobil bekas Toyota yaitu Toyota Trust, kini hampir sebagian besar masyarakat mencari mobil bekas karena alasan untuk melintasi jalur ganjil genap.

"Saat ini, hampir sebagian besar orang nyari mobil bekas itu bukan karena butuh mobil saja, tapi karena butuh untuk lewat ganjil genap. Contohnya, buat orang yang sudah punya mobil berplat ganjil sebelumnya, maka mereka akan cari mobil bekas yang plat genap," beber Abd Rahim Amihsa Ramadhan selaku Sales Supervisor Toyota Trust.

Abd Rahim mengatakan bahwa sangat banyak orang yang datang dan langsung menanyakan 'mana saja yang nomor polisi ganjil/genap', tanpa peduli jenis dan model mobilnya.

"Banyak juga yang tiba-tiba datang langsung nanya, yang plat ganjil mana yaa, atau yang plat genap mana aja yaa. Kalau dulu kan orang datang nyarinya sesuai kebutuhan kapasitas, peruntukkan atau budget. Kalau saat ini nyari mobil bekas berdasarkan plat nomor," jelas Abd Rahim.

Menurut Abd Rahim, puncak penjualan mobil bekas yang disebabkan oleh peraturan ganjil genap terjadi Pada saat pelaksanaan Asian Games 2018 lalu.

"Puncaknya orang nyari mobil bekas sesuai plat itu pada Agustus tahun lalu saat Asian Games. Itu hampir tiap hari ada aja yang datang nyari mobil plat ganjil lah atau plat genap lah. Mungkin karena saat itu kan peraturan ganjil genapnya berlaku setiap hari dan hingga malam hari, jadi tidak heran lagi kalua saat itu pasar mobil bekas meningkat drastis," sambung Abd Rahim.

Abd Rahim mengatakan bahwa peraturan ganjil genap tersebut sangat memberikan dampak positif terhadap peningkatan penjualan dari mobil bekas Toyota di Toyota Trust.

(kpl/ikb/ahm)

BERI KOMENTAR