HOME » BERITA » KEBIJAKAN GANJIL GENAP PENGARUHI PENJUALAN MOBIL BEKAS?

Kebijakan Ganjil Genap Pengaruhi Penjualan Mobil Bekas?

Rabu, 19 Desember 2018 17:45 Editor : Ahmad Muzaki
Arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

OTOSIA.COM - Sudah cukup lama kebijakan ganjil genap diberlakukan. Diprediksi peraturan ini akan membawa berkah bagi pedagang mobil bekas. Ternyata prediksi ini tidak cukup benar, pasalnya pembeli mobil bekas cenderung beli dengan sistem kredit.

Dijelaskan Presiden Direktur Mobil88 Halomoan Fischer, kebanyakan di pasar
otomotif terutama mobkas 60 persen pembelian secara kredit.

"Biasanya peremajaan itu sesuai umur kredit, yaitu 3 tahun. Ada minat, tapi
masalah muncul ketika masih kredit, yaitu perusahaan leasing yang approval yang sulit," jelas Fischer saat acara ngobrol santai tentang mobil bekas, di bilangan Gunawarman, Jakarta Selatan, Selasa (18/12/2018).

Lanjut Fischer, memang ada dampak terkait ganjil genap namun tidak terlalu
signifikan.

"Ada satu dua yang memang membeli mobil bekas lagi untuk ganjil genap, tapi
golongan yang mana? Itu kelas atas, yang pembeliannya juga tunai. Seperti pemilik Toyota Alphard, kalau mobilnya ganjil gak mungkin tanggal genap naik angkutan online," tegasnya.

Pembelian untuk kelas ini juga pasti segmen di bawahnya, misalkan Toyota Innova atau Fortuner. Sedangkan untuk mobil murah ramah lingkungan (LCGC) tidak berpengaruh.

"Itu juga tidak banyak, jika dibandingkan pembeli seperti itu dan jumlah showroom mobil bekas yang ribuan, tidak terasa lah," pungkasnya.

Pada dasarnya kebijakan ganjil genap mempengaruhi penjualan mobil bekas, namun tidak begitu signifikan.

Sumber: Liputan6.com

(kpl/ahm)

BERI KOMENTAR