HOME » BERITA » KECELAKAAN MAUT DI SUMEDANG, POLISI PANGGIL PEMILIK BUS

Kecelakaan Maut di Sumedang, Polisi Panggil Pemilik Bus

Bus pariwisata yang terperosok di jurang jalur alternatif Wado-Malangbong, Sumedang didugalataran rem blong.

Sabtu, 13 Maret 2021 10:15 Editor : Dini Arining Tyas
Kecelakaan Maut di Sumedang, Polisi Panggil Pemilik Bus
Kecelakaan bus di Sumedang (Merdela.com)

OTOSIA.COM - Kecelakaan maut bus pariwisata di Sumedang diduga lantaran rem bus mengalami blong. Kecelakaan bus dengan nomor polisi B T 7591 TB itu menewaskan 29 orang.

Polisi kini tengah mengusut dugaan tersebut dengan memanggil pemilik bus. Sehingga sampai sekarang belum ada tersangka yang ditetapkan.

"Tersangka belum ada, masih penyelidikan mencari penyebabnya. Informasi beberapa yang sampai menyatakan bahwa remnya blong, namun itu masih kami dalami lagi apakah benar atau tidak. Nanti kami periksa pemilik bus hingga saksi-saksi di lokasi kejadian," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi A Chaniago, Jumat (12/3/2021).

1 dari 2 Halaman

Sementara itu, kini polisi pun melarang bus berukuran besar melintasi jalan alternatif Malangbong-Wado, di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kasatlantas Polres Sumedang, AKP Eryda Kusumah mengatakan ada beberapa pertimbangan yang melatarbelakangai kebijakan itu.

Di antaranya adalah ukuran jalan tidak terlalu lebar dan kontur naik turunnya cukup tajam. Polisi berkoordinasi dengna pihak terkait atas larangan tersebut. Ke depannya, kebijakan itu akan ditindaklanjuti dengan melengkapi fasilitas penunjang.

"Kita akan melakukan pelarangan sudah koordinasi dengan Dinas Perhubungan denagan memasang rambu-rambu di sepanjang jalur tersebut. Diimbau untuk kendaraan besar agar tidak melintas di Jalan Malangbong-Wado karena jalan tidak cukup besar," jelasnya.

2 dari 2 Halaman

Sebelumnya, Kapolda Jabar, Irjen Ahmda Dofiri sempat menyebut bahwa jalan alternatif itu bukan diperuntukkan kendaraan besar seperti bus. Jalanan itu hanya bisa dilintasi oleh mobil kecil dan roda dua.

"Jalan ini kan bukan untuk bus, kalau kita lihat ini kan jalur alternatif yang biasa dipakai waktu Nagreg belum beres, ini alternatif pengalihan Nagreg bisa melalui Wado, Malangbong, Cijapati. Setahu saya jalan ini memang tidak diperuntukkan untuk bus besar seperti ini," terangnya usai meninjau TKP.

Reporter: Aksara Bebey

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR