HOME » BERITA » KECELAKAAN VENESSA ANGEL DARI KACAMATA INTRUKTUR SAFETY DRIVING

Kecelakaan Venessa Angel dari Kacamata Intruktur Safety Driving

Begini penjelasan Jusri Pulubuhu, Founder and Lead Instructor in JDDC, terhadap kecelakaan berdarah artis Vanessa Angel.

Kamis, 04 November 2021 18:50 Editor : Arendra Pranayaditya
Kecelakaan Venessa Angel dari Kacamata Intruktur Safety Driving
Mitsubishi Pajero Sport pre-facelift (MMKSI)

OTOSIA.COM - Kabar duka menyelimuti dunia artis Indonesia setelah Polres Jombang Jawa Timur memastikan bahwa artis Vanessa Angel dan suaminya Febri Andriansyah meninggal dunia dalam kecelakaan tunggal di Tol Nganjuk arah Surabaya Km 672, Kamis siang (4/10/2021).

"Penumpang meninggal dunia atas nama Vanessa Angel dan Febri Andriansyah," kata Kasat Lantas Polres Jombang AKP Rudi Purwanto seperti dikutip dari merdeka.com.

1 dari 7 Halaman

Berdasarkan informasi pelat nomor dari Samsat DKI Jakarta, mobil yang ditumpangi Vanessa Angel dan suaminya adalah Mitsubishi Pajero Sport Dakar Ultimate 4x2 berwarna putih mutiara.

Didgua, SUV tersebut telah dibekali berbagai fitur keselamatan canggih, seperti 7 airbags, ABS, EBD, Vehicle Stability Control (VSC), Ultrasonic Misacceleration Mitigation, serta Forward Collision Mitigation (FCM). Bahkan dari uji tabrak ASEAN NCAP, mobil ini meraih 5 bintang untuk keamanannya.

 

2 dari 7 Halaman

Harus tetap waspada

Kecelakaan tunggal Artis Vanessa Angel di Tol Nganjuk arah Surabaya Km 672 (Istimewa)

Menurut Jusri Pulubuhu, Founder and Lead Instructor in Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), fitur keselamatan yang lengkap pada sebuah kendaraan tidak menjamin 100% pengemudi dan penumpang lolos dari maut.

"Secanggih-canggihnya fitur-fitur safety yang ada pada sebuah kendaraan, itu tidak menjamin orang bisa aman dan selamat dari kecelakaan serius," katanya kepada Otosia.com, Kamis (4/11/2021).

Jusri menjelaskan bahwa fatalitas korban akibat kecelakaan tersebut selain karena faktor kendaraan, juga kurang waspadanya penumpang terhadap standar keselamatan.

 

3 dari 7 Halaman

Sebagai contoh, mobil yang dikendarai melampaui batas kecepatan, sementara penumpang di dalam tidak menggunakan sabuk keselamatan. Di sini Justri menilai sabuk pengaman  secara overall safety sangat berpengaruh pada setiap penumpang.

"(Dampak kecelakaan) itu bisa saja disebabkan bukan karena faktor kendaraan. Tetapi karena perilaku atau sesuatu yang dilakukan oleh si pengemudi dan penumpang. Contoh mobil melaju melampaui batas kecepatan yang ada. Terus kebetulan penumpangnya tidak menggunakan sabuk pengaman dengan benar," jelas Jusri.

 

4 dari 7 Halaman

Pemakaian alat keselamatan

Ilustrasi penggunaan sabuk pengaman dan airbags saat terjadi kecelakaan (jddc.co.id)

Secara keseluruhan, banyak kasus kecelakaan akibat pengemudi kurang waspada dan tidak memperhitungkan secara matang kecepatan ideal pada kondisi jalan yang dilewati.

"Kecelakaan terjadi karena gagalnya antisipasi. Penyebab-penyebab kecelakaan paling pasti didominasi hampir 96% adalah pengemudinya. Mereka gagal dalam mengantisipasi situasi yang terjadi pada saat itu, apakah karena keletihan atau kecepatan kendaraan yang tidak sesuai dengan kondisi jalan pada saat itu," tuturnya.

5 dari 7 Halaman

Justri kembali meluruskan bawa sabuk keselamatan fungsinya bukan menyelamatkan total penumpang di dalam, melainkan mengurangi dampak akhir jika terjadi kecelakaan.

"Sabuk pengaman fungsinya bukan menyelamatkan orang. Alat itu hanya mengurangi risiko cedera serius dari sebuah kecelakaan serius," ujarnya.

Bahkan airbags yang berupa bantalan angin bisa tidak berfungsi secara optimal, jika orang didalam mobil itu tidak menggunakan sabuk pengaman.

 

6 dari 7 Halaman

Dalam kasus tersebut,  penumpang di dalam masih terombang-ambing pada saat kendaraan oleng lalu menabrak, ini membuat airbags tidak bisa menyerap energi dari tabrakan tersebut.

"Airbag, kalau sabuk pengaman tidak dipakai percuma juga karena orang didalamnya pasti terlempar dari tempat duduknya," tutupnya.

7 dari 7 Halaman

BERI KOMENTAR