HOME » BERITA » KECELAKAN MASA PANDEMI TETAP TINGGI, PERILAKU BERKENDARA DI 15 KOTA DITELITI

Kecelakan Masa Pandemi Tetap Tinggi, Perilaku Berkendara di 15 Kota Diteliti

Meski aktivitas masyarakat berkurang akibat pandemi COVID-19 pada kenyataannya kecelakaan lalu lintas masih banyak terjadi.

Jum'at, 18 Desember 2020 18:15 Editor : Nazarudin Ray
Kecelakan Masa Pandemi Tetap Tinggi, Perilaku Berkendara di 15 Kota Diteliti
Ilustrasi pemotor muda mengabaikan keselamatan (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Meski kepadatan jalan berkurang akibat pandemi COVID-19 dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah provinsi, pada kenyataaannya tingkat kecelakaan terbilang tinggi.

Artinya meski kini mayoritas masyarakat sudah terbiasa beraktifitas dari rumah, kecelakaan lalu lintas tetap terjadi.

Berdasarkan data Korlantas Polri, pada periode Minggu ke-32 tahun 2020 sendiri jumlah kecelakaan lalu lintas telah mencapai 1.234 kejadian. Dari data tersebut terlihat bahwa risiko kecelakaan lalu lintas tidak bergantung pada situasi lalu lintas.

1 dari 4 Halaman

Menurut data Kepolisian yang dihimpun oleh Kominfo (2017), rata-rata 3 orang meninggal setiap jam akibat kecelakaan jalan di Indonesia.

Data yang sama menyatakan 3 penyebab utama kecelakaan lalu lintas antara lain 61 persen disebabkan oleh faktor manusia, yang terkait dengan kemampuan serta karakter pengemudi, disusul 30 persen akibat faktor prasarana dan lingkungan, sementara 9 persen disebabkan karena faktor kendaraan.

2 dari 4 Halaman

Terkait dengan kecelakaan, Indonesia Road Safety Award (IRSA) yang diinisiasi Asira Insurance tetap berjalan meski di masa pandemi. Irsa memberikan apresiasi kepada Kota dan Kabupaten yang memiliki penerapan tata kelola keselamatan jalan terbaik.

Selama 10 tahun penyelenggaraan, IRSA digagas dengan tujuan untuk menurunkan angka kecelakaan di Indonesia.

"Kami secara konsisten menggalakkan keselamatan jalan dengan melakukan berbagai penyesuaian terhadap program IRSA menjadi riset pemetaan profil keselamatan jalan di 15 kota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia melalui Road Safety Behavior Research," kata Donni Gandamana, Direktur AdiraInsurance.

3 dari 4 Halaman

Riset di 15 kota

Seorang pengendara motor memotong arah

Tahun ini IRSA meriset dan memetakan profil keselamatan jalan di 15 Kota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia melalui Road Safety Behavior Research. Road Safety Behavior Research dilakukan selama 3 bulan sejak Oktober 2020, dengan mengambil 1500 responden yang tersebar di 15 Kota di Indonesia.

Adapun 15 kota yang diriset yaitu Denpasar, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Makassar, Malang, Padang, Yogyakarta, Tangerang, Medan, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, dan DKI Jakarta.

Berbeda dari riset yang sebelumnya dilakukan, riset yang sedang berjalan ini akan melihat bagaimana perilaku berkendara dari masyarakat Indonesia yang mencakup pengetahuan, sikap hingga kebiasaan.

4 dari 4 Halaman

Hasil riset Road Safety Behavior diharapkan dapat mendefinisikan Index Road Safety Behavior dari masyarakat Indonesia dan mengukur risiko berkendara dari perilaku masyarakat Indonesia di jalan.

?Biasanya kami melihat bagaimana program keselamatan jalan yang diterapkan oleh Pemerintah Kota dan Kabupaten, sementara riset ini melihat dari sisi yang berbeda yaitu perilaku masyarakat itu sendiri," ungkapnya

Nantinya diharapkan riset tersebut menjadi inspirasi maupun referensi bagi pemerintah, komunitas, lembaga swadaya masyarakat, pihak swasta dan masyarakat untuk menerapkan sistem tata kelola keselamatan jalan yang lebih baik di Indonesia.

BERI KOMENTAR