HOME » BERITA » KEGIATAN YANG BOLEH DAN TIDAK BOLEH SAAT PSBB, DARI BELAJAR SAMPAI BELANJA

Kegiatan yang Boleh dan Tidak Boleh Saat PSBB, dari Belajar Sampai Belanja

Ya, selama PSBB, sejumlah kegiatan ada yang dibolehkan dan tidak dibolehkan

Rabu, 08 April 2020 16:00 Editor : Ahmad Muzaki
Kegiatan yang Boleh dan Tidak Boleh Saat PSBB, dari Belajar Sampai Belanja
Anies Baswedan. ©2020 Merdeka.com

OTOSIA.COM - Menghadapi Wabah Corona, Pemerintah DKI Jakarta akhirnya memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Ini menjadi langkah lanjut dari social distancing yang sebelumnya sudah dilaksanakan. PSBB mulai resmi dijalankan pada Jumat (10/4) mendatang.

"Dari pembahasan yang kita lakukan tadi, DKI Jakarta akan melaksanakan PSBB sebagaimana digariskan oleh keputusan menteri, efektif mulai hari Jumat tanggal 10 April 2020," tukas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat jumpa pers di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (7/4) malam.

PSBB membawa konsekuensi tersendiri bagi masyarakat, utamanya sejumlah kegiatan jadi terbatas. "Secara prinsip tadi sudah kami bahas bersama selama ini DKI Jakarta sudah melaksanakan pembatasan-pembatasan itu," lanjut Anies.

1 dari 2 Halaman

Ya, selama PSBB, sejumlah kegiatan ada yang dibolehkan dan tidak dibolehkan. Beberapa hal yang tidak dibolehkan antara lain:

1. Kegiatan belajar mengajar di sekolah dan universitas.
2. Kegiatan peribadatan di rumah ibadah.
3. Menutup seluruh fasilitas umum
Pusat perbelanjaan, tempat hiburan milik pemerintah maupun umum, taman, balai pertemuan, ruang RPTRA, gedung olah raga dan museum.
4. Kegiatan sosial budaya.
5. Resepsi pernikahan dan pesta khitanan.
6. Berkerumun di luar ruangan maksimal 5 orang.
7. Kapasitas penumpang di kendaraan umum maupun pribadi maksimal 50 persen.
8. Makan di restoran atau tempat makan umumnya. Hanya boleh untuk take away atau dibawa pulang.

2 dari 2 Halaman

Sementara itu, beberapa kegiatan yang dibolehkan yakni:

1. sektor kesehatan.
2. sektor pangan, makanan dan minuman.
3. Sektor energi , seperti air , listrik gas , pompa bensin, itu semua berfungsi seperti biasa.
4. Sektor komunikasi, baik jasa komunikasi sampai media komunikasi itu bisa berjalan.
5. Sektor keuangan dan perbankan, termasuk pasar modal itu semuanya berjalan seperti biasa.
6. Kegiatan logistik distribusi barang itu berjalan seperti biasa jadi ini dikecualikan.
7. Kebutuhan keseharian, retail, seperti warung, toko kelontong yang memberikan kebutuhan warga itu dikecualikan.
8. Sektor industri strategis yang ada di kawasan ibu kota.
9. Delivery barang.

BERI KOMENTAR