HOME » BERITA » KELAKUAN PENGENDARA TOYOTA INNOVA YANG BIKIN NGELUS DADA, JANGAN DITIRU

Kelakuan Pengendara Toyota Innova yang Bikin Ngelus Dada, Jangan Ditiru

Macet di jalan bukan hanya soal jumlah kendaraan, tapi juga karena kelakuan para pengendara yang suka semaunya sendiri. Seperti yang terekam video dan tengah diperbincangkan di sosial media.

Selasa, 16 April 2019 14:45 Editor : Dini Arining Tyas
Screenshot aksi tak mau saling mengalah di jalan (Facebook/Tina Collinecia)

OTOSIA.COM - Jalanan macet sudah menjadi pemandangan biasa di jalanan kota-kota besar, seperti Surabaya. Apalagi di jam-jam tertentu, volume kendaraan bisa menguji kesabaran.

Macet di jalan bukan hanya soal jumlah kendaraan, tapi juga karena kelakuan para pengendara yang suka semaunya sendiri. Seperti yang terekam video dan tengah diperbincangkan di sosial media.

Dalam video yang diunggah akun Facebook Tina Collinecia itu terlihat seorang pengendara Toyota Innova hitam yang mengambil jalur arah berlawanan. Saat itu kondisi jalanan juga sedang padat.

Bahkan dari arah si Innova dengan nomor polisi B 1983 UIS itu cenderung berhenti. Tapi pengemudi Innova itu seolah tetap memaksa melintas di jalur arah berlawanan. Sudah pasti itu akan menambah simpul kemacetan, karena jalan pada video itu tak terlalu lebar.

Aksi tak mau mengalah di jalan raya itu membuat si perekam video terdengar marah-marah, bahkan mengumpat. Selain Toyota Innova itu juga ada dua mobil lainnya yang memakan jalur berlawanan.

Seperti sudah menjadi ciri khas di jalanan Indonesia, jika kendaraan depannya mendapatkan jalan meskipun melawan arah, kendaraan lainnya akan mengikuti. Bahkan banyak sepeda motor yang mengekori aksi lawan arah itu.

"Ini lokasinya di jalan mojopahit dpn mc d selalu aja ada ketemu manusia2 otak primitif seperti ini. bawaannya boleh mobil tapi gak pny etika blassss alias PRIMITIF #polisi tolong tertibkan yang begini juga donk. sering kali loh dilokasi sama. banyak yg seperti ini," tulis akun tersebut.

Video ini mendapatkan respon beragam dari netizen. Pro dan kontra, memebenarkan dan menyalahkan. Tapi ingat Otolovers, berkendara juga butuh etika, dengan cara menaati aturan lalu lintas.

(kpl/tys)

BERI KOMENTAR