HOME » BERITA » KEMENKEU BILANG DISKON PAJAK MOBIL BARU BUKAN UNTUK UNTUNGKAN ORANG KAYA

Kemenkeu Bilang Diskon Pajak Mobil Baru Bukan untuk Untungkan Orang Kaya

Pemberian isentif pajak atau PPnBM 0 persen sengaja dihadirkan untuk memberikan berbagai manfaat luas bagi perekonomian nasional.

Rabu, 07 Juli 2021 14:15 Editor : Dini Arining Tyas
Kemenkeu Bilang Diskon Pajak Mobil Baru Bukan untuk Untungkan Orang Kaya
IIMS 2019 (Otosia.com)

OTOSIA.COM - Pemerintah memberikan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau PPnBM, termasuk untuk mobil baru. Kebijakan itu sudah diterapkan sejak 1 Maret 2021 lalu.

Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal membantah, jika pemberian insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) kendaraan bermotor hanya menguntungkan kelas orang kaya. Sebab, kebijakan diskon pembelian mobil baru tersebut sengaja dihadirkan untuk memberikan berbagai manfaat luas bagi perekonomian nasional.

Pertama, PPnBM diharapkan menjadi daya tarik kuat dalam mendorong permintaan orang kaya untuk membeli mobil baru. Sehingga, dana yang dimiliki tidak hanya menumpuk di bank.

1 dari 2 Halaman

"Jadi, kita ingin duit itu di belanjakan gitu, karena kalau orang-orang (kaya) tidak belanja, semua nyimpan di bank otomatis tidak ada pergerakan ekonomi. Makanya kita dari satu gambaran ini pemerintah bertujuan mendorong demand," tegasnya dalam acara Budget Goes To Campus, Selasa (6/7/2021).

Selain demand, penerapan PPnBM juga diharapkan mampu menggeliatkan kinerja industri otomotif dalam negeri di tengah pandemi Covid-19. Menyusul, terjaganya permintaan terhadap produk otomotif setelah mendapatkan harga diskon.

"Kita lihat, sekarang terjadi peningkatan signifikan dari segi produksi dan penjualan selama pemberian insentif kemarin kan," tekannya.

 

 

2 dari 2 Halaman

Beri Manfaat Luas

Oleh karena itu, dia meyakini penerapan kebijakan diskon mobil baru tersebut akan memberikan manfaat luas terhadap perekonomian Indonesia di tengah peningkatan kasus Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir. Mengingat, adanya sejumlah manfaat nyata terhadap peningkatan demand hingga terjaganya kelangsungan bisnis industri otomotif dalam negeri.

"Makanya kita dari satu gambaran (PPnBM) ini pemerintah bertujuan mendorong demand, kedua membantu cash flow perusahaan sehingga bisa survive," tutupnya.

Penulis: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR