HOME » BERITA » KEMENKEU UNGKAP ALASAN SEMPAT TOLAK DISKON PAJAK MOBIL BARU

Kemenkeu Ungkap Alasan Sempat Tolak Diskon Pajak Mobil Baru

Sebelum diterapkan pada 1 Maret 2021, relaksasi PPnBM mboil baru sudah pernah diusulkan pada 2020. Hanya saja usulan itu ditolak dengan alasan tertentu.

Sabtu, 06 Maret 2021 14:15 Editor : Dini Arining Tyas
Kemenkeu Ungkap Alasan Sempat Tolak Diskon Pajak Mobil Baru
Ilustrasi mobil baru (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Pada 2020 lalu, Kementerian Perindustrian sempat mengajukan usulan diskon pajak untuk pembelian mobil baru. Tapi usulan itu ditolak oleh Kementerian Keuangan. Tapi kini usulan tersebut dikabulkan dan telah diterapkan.

Menurut Analis Kebijakan Ahli Madya PKPN Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Suska, keputusan pemerintah untuk menolak usulan penerapan PPnBM 0 persen pada tahun 2020 lalu atas kajian yang cukup cermat. Saat itu, Kementerian Keungan menilai ekonomi Indonesia tengah mengalami tekanan hebat yang berdampak pada lesunya daya beli masyarakat.

"Jadi, waktu itu dari assesmen kita, Kementerian Keuangan melihat kondisi kuartal II (2020) cukup dalam kontraksinya. Kemudian di kuartal III (2020) juga sudah mulai pulih tapi belum sesuai apa yang diharapkan," bebernya dalam acara Nyibir Fiskal bertajuk Diskon Pajak Mobil Untuk Percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional, Jumat (5/3/2021).

1 dari 1 Halaman

Dia mengatakan, apabila usulan penerapan kebijakan PPnBM itu dipaksakan saat kondisi ekonomi tengah sulit, maka dikhawatirkan justru tidak akan memenuhi target yang diinginkan. "Karena kalau dilihat kemungkinan insentifnya tidak terlalu efektif untuk mendorong demand, makanya belum bisa diwujudkan pada saat itu usulannya," ungkapnya.

Oleh karena itu, pemerintah memilih untuk mengimplementasikan usulan PPnBM di Maret tahun ini sebagai katalis kebangkitan industri otomotif nasional. Menyusul data positif sektor konsumsi rumah tangga yang terus mengalami perbaikan sejak akhir tahun 2020 hingga awal tahun ini.

"Kan suda terlihat di kuartal IV konsumsi rumah tangga mulai meningkat, dan di awal tahun ini diharapkan ini mendorong konsumsi rumah dengan konsumsi ini dari industri (otomotif) sebagai support," tukasnya.

Penulis: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR