HOME » BERITA » KEMENPERIN TERAPKAN PETA JALAN PENGEMBANGAN KENDARAAN LISTRIK BERBASIS BATERAI

Kemenperin Terapkan Peta Jalan Pengembangan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai

Peta Jalan Pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) yang disisun Kemenperin diawali melalui skema Completely Knock Down (CKD) sampai dengan tahun 2024.

Kamis, 28 Oktober 2021 21:15 Editor : Nazarudin Ray
Kemenperin Terapkan Peta Jalan Pengembangan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai
Ilustrasi kendaraan listrik (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Kementerian Perindustrian RI tengah menyusun skema importasi kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) dalam Keadaan Terurai Lengkap dan Keadaan Terurai Tidak Lengkap sebagai bagian tahap pengembangan industrialisasi KBLBB di Indonesia.

Peyusunan skema ini menjadi bagian dari penerapan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 27 Tahun 2020 tentang Spesifikasi, Peta Jalan Pengembangan, dan Ketentuan Penghitungan Tingkat Komponen Dalam Negeri Kendaraan Bermotor Dalam Negeri Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle), serta Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 28 Tahun 2020 tentang Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai dalam Keadaan Terurai Lengkap dan Keadaan Terurai Tidak Lengkap.

1 dari 5 Halaman

Berdasarkan Peta Jalan Pengembangan KBLBB, pengembangan industri diawali melalui skema Completely Knock Down (CKD) sampai dengan tahun 2024, dilanjutkan dengan Incompletely Knock Down (IKD), dan Importasi secara part by part.

"Skema ini ditujukan agar diperoleh nilai tambah berupa peningkatan nilai TKDN melalui pendalaman manufaktur secara bertahap hingga 2030," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam pembukaan pameran 'The Future Electric Vehicle Ecosystem for Indonesia' di JIEXPO, Jakarta, Senin (26/10/2021).

2 dari 5 Halaman

Dalam peta jalan tersebut juga terdapat panduan penguasaan komponen utama kendaraan bermotor, yaitu baterai, motor listrik dan konverter.

"Dalam kerangka itu, kami juga memacu pengembangan industri baterai dari mulai proses perakitannya sampai dengan daur ulang baterai, sehingga Indonesia bisa punya industri baterai terintegrasi dan siap untuk mendukung ekosistem industri mobil berbasis listrik," paparnya.

3 dari 5 Halaman

Dalam peta jalan tersebut, Kemenperin menargetkan produksi mobil listrik dan bus listrik pada tahun 2030 mencapai 600 ribu unit. Angka tersebut diproyeksikan dapat mengurangi konsumsi BBM sebesar 7,5 juta Barrel dan menurunkan emisi CO 2 sebanyak 2,7 juta Ton.

Hal tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sebesar 29% pada tahun 2030.

4 dari 5 Halaman

Transisi

Sementara itu Kemenperin mengakui dalam percepatan pengembangan KBLBB perlu adanya proses transisi dari pemasok kendaraan berbahan bakar konvensional.

Saat ini terdapat 1.550 perusahaan industri komponen yang terbagi dalam tiga tier atau menjadi pemasok utama komponen kendaraan Internal Combustion Engine (ICE).

5 dari 5 Halaman

Sebagian besar di antaranya (anggota tier-2 dan tier-3) merupakan industri kecil dan menengah.

"Proses transisi industrialisasi dari kendaraan konvensional dan kendaraan listrik harus dapat semaksimal mungkin melibatkan sektor IKM yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional," ungkap Menperin.

BERI KOMENTAR