HOME » BERITA » KENA DISKON PPNBM, XPANDER DIBIDIK PALING LARIS DI IIMS HYBRID 2021

Kena Diskon PPnBM, Xpander Dibidik Paling Laris di IIMS Hybrid 2021

Mitsubishi menargetkan meraih 600 pemesanan pada pameran IIMS Hybrid. Dari jumlah tersebut diperkirakan 75 persen diantaranya berasal dari Xpander.

Selasa, 20 April 2021 09:15 Editor : Nazarudin Ray
Mitsubishi Xpander di IIMS Hybrid (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Berbagai mobil dihadirkan dalam ajang pameran otomotif akbar perdana di masa pemulihan pandemi, IIMS Hybrid 2021.

Di jajaran Mitsubishi, mereka menampilkan model unggulan Xpander, Xpander Cross, Pajero Sport, Outkander PHEV, Eclipse Cross, Triton, termasuk produk baru Pajero Sport.

Pajero Sport menjadi keunggulan dan menariknya disertai promo-promo sebagai bagian dari fokus target penjualan mereka di ajang ini.

"Selain itu, Xpander dan Xpander Cross juga unggulan. Karena mobil ini mendapatkan relaksasi PPnBM. Jadi, dua mobil ini juga merupakan fokus kami di ekshibisi. Kami juga sediakan paket leasing menarik yang bisa memenuhi tuntutan konsumen dan bisa membantu konsumen dalam memenuhi kebutuhan mereka," kataAmiruddin, General Manager of Sales and Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI).

Mitsubishi menargetkan total 600 unit terjual di IIMS Hybrid 2021 dengan target tipe berbeda-beda. Dari target penjualan 600 unit, sebanyak 75 persen itu diprediksi datang dari SPK Xpander dan Xpander Cross.

"Lalu 20 persen dari Pajero Sport, dan 5 persennya lagi dari Eclipse dan PHEV. Itu ekspektasi kami selama di IIMS ini," ujarnya.

Target ini pun dinilai realistis di masa pemulihan ekonomi belakangan ini. Di sisi lain, Mitsubishi menekankan bahwa ini adalah kali pertama mereka melakukan ekshibisi selama pandemi. Namun, kehadiran IIMS memang akan menjadi energi tersendiri di Tanah Air.

"Kami prediksi mayoritas SPK akan datang dari aktivitas offline karena kelihatan bahwa meski kondisi pandemi, aktivitas ekshibisi berikan kontribusi terbesar untuk SPK. Kami prediksi SPK offline masih dominan di-support dengan online. Sebanyak 90 persen untuk offline dan 10 persen datang dari online," ujarnya.

(kpl/nzr)

BERI KOMENTAR