HOME » BERITA » KENALI 4 RISIKO BERKENDARA SEPEDA MOTOR SAAT HUJAN

Kenali 4 Risiko Berkendara Sepeda Motor Saat Hujan

Berkendara sepeda motor saat hujan punya 4 risiko yang harus dikenali oleh pengendara agar meminimalisir potensi terjadinya kecelakaan.

Senin, 16 November 2020 09:15 Editor : Nazarudin Ray
Kenali 4 Risiko Berkendara Sepeda Motor Saat Hujan
Ilustrasi naik motor saat hujan (Otosia.com/Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Saat ini Indonesia telah memasuki musim penghujan. Pengendara motor pun dituntut lebih hati-hati dan waspada saat berkendara di jalan licin. Selain basah kuyup, berkendara di saat hujan berpotensi meningkatkan kemungkinan terjatuh bahkan kecelakaan.

Tidak sedikit pemotor yang tetap menembus hujan demi aktivitasnya dari tempat satu ke tempat lainnya.

Menurut Oke Desiyanto, Safety Riding Supervisor Astra Motor Jateng berkendara sepeda motor saat hujan punya risiko. Namun hal itu itu bisa diminimalisir jika pengendara memahami potensi risiko bahaya saat hujan.

1 dari 4 Halaman

Aquaplanning

Risiko pertama adalah aquaplanning atau hydroplanning, yakni hilangnya kontak ban di aspal akibat ban melintasi lapisan permukaan air. Kondisi ini menyebabkan ban layaknya berjalan di atas permukaan air, sehingga tidak bisa dikendalikan.

"Cara menghadapinya adalah dengan berkendara kecepatan rendah, menghindari permukaan yang licin seperti keramik, menghindari genangan air, sesuaikan tekanan ban sesuai standar dan ganti ban sesuai Tire Wire Indicator," ujarnya.

2 dari 4 Halaman

Water hammer

Selanjutnya adalah water hammer. Ini terjadi di dalam mesin khususnya ruang bakar yang menyebabkan kehilangan kompresi akibat stang piston bengkok, akibatnya motor jadi mogok.

Peristiwa ini berawal dari masuknya air ke ruang bakar dalam jumlah tertentu dan tidak bisa terbakar sehingga menyebabkan tekanan ruang bakar naik secara ekstrim.

"Cara menghadapinya adalah memastikan sistem pemasukan udara tidak masuk air dan memahami ketinggian lubang hisap udara ke mesin agar melakukan langkah pencegahan jika ada aliran air dalam jumlah besar ke daerah lubang hisap udara," terangnya.

3 dari 4 Halaman

Hipotermia

Hipotermia adalah kondisi tubuh yang mengalami penurunan suhu drastis. Penyebabnya adalah cuaca dingin yang ekstrem, kedinginan dalam waktu yang lama, menggunakan pakaian basah dalam jangka waktu lama dan kondisi basah di lingkungan berangin.

Keadaan ini mengakibatkan penurunan kinerja kemampuan fisik hingga kesadaran. Cara menghindarinya adalah selalu gunakan perlengkapan berkendara, gunakan jaket tebal dan sarung tangan yang cocok untuk udara dingin dan basah saat berada di lingkungan pegunungan serta gunakan jas hujan yang aman saat berkendara kondisi hujan.

Dehidrasi atau menurunnya jumlah cairan dalam tubuh yang menyebabkan kram otot, mudah lesu dan menurunkan konsentrasi.

"Cara menghindarinya dengan menggunakan jas hujan dengan sirkulasi udara yang baik, berbahan nyaman dan tidak gerah serta ukuran yang sesuai," ujarnya.

4 dari 4 Halaman

Ulkus kornea

Ulkus kornea adalah luka pada bagian kornea mata yang menyebabkan mata sakit dan memerah atau terasa ada yang mengganjal. Penyebabnya adalah air hujan yang mengandung bakteri atau garam dan langsung kontak ke mata.

Pengendara motor dapat menggunakan kaca helm yang masih bening dan jelas serta bisa dilapisi cairan yang bisa menyebabkan air hujan sulit menempel pada kaca helm atau memiliki efek daun talas untuk menghindari air hujan masuk ke mata.

"Dengan mengetahui adanya resiko tersebut, harapannya pengendara sepeda motor dapat meminimalisir adanya potensi kecelakaan saat berkendara di kala hujan," tutup Oke.

BERI KOMENTAR