HOME » BERITA » KENALI ENGINE WATER HAMMER DAN KLAIM ASURANSI SAAT BANJIR

Kenali Engine Water Hammer dan Klaim Asuransi Saat Banjir

Pemilik kendaraan dianjurkan untuk tidak memaksakan diri menerobos genangan air yang cukup dalam. Risiko yang paling sering terjadi adalah engine water hammer

Selasa, 07 Januari 2020 12:15 Editor : Ahmad Muzaki
Kenali Engine Water Hammer dan Klaim Asuransi Saat Banjir
Ilustrasi berkendara terobos banjir (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Usai Jabodetabek dilanda banjir pada hari pertama 2020 kemarin, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), meramalkan hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan dan puncak curah hujan akan terjadi di bulan Februari dan Maret.

Kondisi tersebut menjadi peringatan agar masyarakat tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah rawan banjir dan akan melintasi ruas jalan rentan dilanda musibah itu.

Pemilik kendaraan dianjurkan untuk tidak memaksakan diri menerobos genangan air yang cukup dalam. Risiko yang paling sering terjadi adalah engine water hammer.

1 dari 3 Halaman

Apa itu Engine Water Hammer?

Kenali Engine Water Hammer dan Klaim Asuransi Saat BanjirApa itu Engine Water Hammer?

Engine water hammer atau hydrolocking merupakan kondisi mesin mobil mati mendadak alias mogok yang disebabkan masuknya air ke dalam ruang bakar melalui air intake.

Kondisi tersebut menimbulkan tekanan besar di ruang silinder oleh piston yang dapat menyebabkan bengkoknya stang piston, rusaknya ring piston, dinding silinder, hingga melengkungnya head silinder.

2 dari 3 Halaman

Tips Biar Tak Mogok

Kenali Engine Water Hammer dan Klaim Asuransi Saat BanjirTips Biar Tak Mogok

Ketika melintasi kubangan air sebaiknya pastikan ketinggian genangan air setidaknya 30 cm di bawah air intake, sehingga aman dan tidak menyedot air.

Langkah selanjutnya adalah injak gas secukupnya dan jangan menggunakan putaran mesin tinggi agar air tidak masuk ke saluran pembuangan gas atau knalpot.

?Cara terbaik agar terhindar dari engine water hammer ini adalah menghindari genangan tersebut. Jika belum terlanjur melintas, sebaiknya segera putar balik dan lewat jalan lain. Jangan pernah memaksakan diri apalagi sengaja menerjang genangan. Kalau sudah mogok, risikonya akan lebih besar,? ujar SVP Communication, Event, & Service Management Asuransi Astra, L. Iwan Pranoto.

3 dari 3 Halaman

Risiko Menerjang Banjir

Kenali Engine Water Hammer dan Klaim Asuransi Saat BanjirRisiko Menerjang Banjir

Karena selain mobil menjadi mogok dan dapat rusak parah, kerusakan engine water hammer akibat memaksakan diri menerjang banjir dapat membuat proses klaim tidak disetujui perusahaan asuransi.

Merujuk pada Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) Bab II pasal 3 ayat 4, kerusakan mesin akibat kedua kejadian tersebut juga merupakan jenis kejadian yang dikecualikan sehingga tidak akan bisa diklaim.

?Pertanggungan ini tidak menjamin kerugian, kerusakan dan atau biaya atas Kendaraan Bermotor dan atau tanggung jawab hukum terhadap pihak ketiga jika dikemudikan secara paksa walaupun secara teknis kondisi kendaraan dalam keadaan rusak atau tidak laik jalan,? terang Iwan.

Selain itu perluasan jaminan dapat membuat pemilik kendaraan mudah melakukan klaim kerusakan yang disebabkan bencana alam seperti banjir.

"Jika mobil Anda sudah terlindungi dengan perluasan perlindungan banjir, sebaiknya tidak menerjang banjir dan tidak menyalakan mobil yang terendam air sebelumnya," pungkas Iwan.

BERI KOMENTAR