HOME » BERITA » KENALI SOAL FUEL DILUTION DAN MENGAPA MESIN OPREKAN HARUS GANTI BUSI

Kenali Soal Fuel Dilution dan Mengapa Mesin Oprekan Harus Ganti Busi

Salah pilih busi, menyampur BBM dan memerhatikan rasio kompresi mesin, bisa jadi masalah lho. Yuk perhatikan tips berikut.

Minggu, 12 Juni 2022 14:30 Editor : Nurrohman Sidiq
Kenali Soal Fuel Dilution dan Mengapa Mesin Oprekan Harus Ganti Busi
Ilustrasi NGK (NGK)

OTOSIA.COM - Mesin ngelitik atau disebut dengan knocking rawan menimpa kendaraan yang pemiliknya tidak suka memerhatikan kompresi mesin dan penggunaan bahan bakar.

Umumnya banyak yang ingin mencari hematnya saja, sehingga memilih oktan rendah yang sebenarnya tidak sesuai dengan rasio kompresi mesin. Tapi, ada juga yang inginnya ngegas dan mengira dengan menaikkan oktan jauh lebih tinggi dari kompresi, bikin mesin punya tenaga lebih nendang.

Salah-salah, oktan yang ketinggian malah bikin penyakit baru bernama fuel dilution.

1 dari 5 Halaman

Menurut unggahan Instagram PT NGK Busi Indonesia, @ngkbusi (3/6/2022), penyakit ini dikarenakan oleh sisa bensin yang tidak terbakar sempurna di ruang bakar dan masuk ke bak oli melalui celah piston.

Perlu diketahui dahulu bahwa, dikutip dari laman Auto2000, semakin tinggi nilai oktan suatu bensin, sebenarnya bahan bakar itu makin sulit dibakar. Makanya dibutuhkan kompresi mesin yang sesuai; makin kuat kompresi, butuh bensin beroktan tinggi.

Nah, kalau saja muncul fuel dilution, bisa dengan cepat dikenali dari warna oli yang berubah menyerupai corak bahan bakar. Pun biasanya jadi lebih encer.

2 dari 5 Halaman

Efeknya ke depan, bilamana oli terlalu encer maka tidak akan bisa secara efektif melumasi komponen mesin. Sudah pasti, mesin akan jebol!

Agar tidak sampai demikian, cek yuk RON BBM sekaligus kecocokan rasio kompresinya di bawah:

Sekarang, bagaimana kasusnya bila mesin sudah dioprek, sehingga mengubah rasio kompresi mesin?

3 dari 5 Halaman

Wajib Ganti Busi

Problem yang sama turut berlaku bila kompresi mesin dimodifikasi, ditinggikan untuk mendorong energi. Tidak bisa dipungkiri, masing-masing baik busi dan bensin wajib disesuikan kembali.

Apabila kasusnya adalah muncul knocking, dari sisi busi sendiri, kemungkinan mengalami overheat alias temperatur yang diterima busi di luar batas kemampuannya beradaptasi.

Konsekuensi paling parah, busi akan meleleh atau keramiknya pecah.

 

4 dari 5 Halaman

"Konsep dasar modifikasi kalo kita mengubah kompresi, ubah pula tipe busi yang dipake, minimal naikkan satu tingkat panas dari standarnya atau pakai busi jenis logam mulia, dah itu paling aman," tutur Diko Octaviano, Technical Support PT NGK Busi Indonesia menjelaskan.

Makanya probabilitas kerusakan busi cukup besar terpengaruh oleh kualitas bensin dan kompresi.

 

5 dari 5 Halaman

Kalau mau efisien, ya jurus terkahir pastinya mending sekalian pakai busi terbaik guna memaksimalkan tenaga sekaligus menekan dana pengeluaran gara-gara sering beli busi baru.

Apalagi buat mereka yang suka oprek-oprek mesin.

BERI KOMENTAR