HOME » BERITA » KENAPA DAIHATSU ROCKY LUNCUR BERTEPATAN DENGAN DISKON PPNBM?

Kenapa Daihatsu Rocky Luncur Bertepatan dengan Diskon PPnBM?

Daihatsu menyebutkan beberapa keuntungan Rocky diluncurkan bertepatan dengan momentum diskon PPnBM.

Senin, 31 Mei 2021 21:15 Editor : Nazarudin Ray
Kenapa Daihatsu Rocky Luncur Bertepatan dengan Diskon PPnBM?
Peluncuran Rocky saat diskon PPnBM dinilai tepat (ADM)

OTOSIA.COM - Kemunculan Daihatsu Rocky sebagai jenis baru di jajaran Daihatsu dan juga kendaraan produksi lokal dewasa ini memang menarik.

Tidak hanya tampilannya, teknologinya, dan posisinya secara harga, Rocky juga diluncurkan di Indonesia bertepatan dengan diskon PPnBM.

Ketika sejumlah produsen ditolak untuk mendapatkan diskon pajak tersebut, Rocky lahir di tengah masyarakat, dan memberikan keuntungan bagi yang membelinya di bulan Mei 2021 karena diskon pajak nol persen.

1 dari 3 Halaman

Amelia Tjandra, Marketing Director dan Corporate Planning and Communication Director PT Astra Daihatsu Motor kemudian memberikan gambaran bahwa momen diskon PPnBM terjadi saat mereka sedang melakukan persiapan.

"Di akhir Februari, saat melakukan persiapan produksi, pemerintah umumkan relaksasi PPnBM mulai Maret," ujarnya.

2 dari 3 Halaman

Pada bulan Mei yang juga bertepatan dengan kebiasaan orang-orang membeli mobil baru di masa Lebaran, Rocky kemudian diluncurkan secara resmi.

"Karena berbarengan, kami memutuskan dan mengecek apakah bisa ikut relaksasi PPnBM. Ternyata bisa karena Rocky local purchase-nya sudah 60 persen," kata Amelia.

3 dari 3 Halaman

Pernyataan ini sekaligus mempertegas kandungan lokal Rocky, sebagai salah satu kendaraan global yang juga tersedia untuk pasar negeri asalnya, Jepang, serta untuk Malaysia.

Alhasil, harganya cukup menarik. Rocky 1.0 R TC MT Dijual Rp 214.200.000, Rocky 1.0 R TC MT ADS Rp 222.200.000, Rocky 1.0 R TC CVT 227.400.000, Rocky 1.0 R TC CVT ADS 235.400.000, dan Rocky 1.0 R TC CVT ASA 236.100.000.

Apalagi, harga-harga tersebut merupakan on the road yang mengacu pada kebijakan PPnBM nol persen.

BERI KOMENTAR