HOME » BERITA » KENAPA TOYOTA TIDAK EKSPOR SEDAN PADAHAL DI LUAR NEGERI LEBIH LAKU?

Kenapa Toyota Tidak Ekspor Sedan padahal di Luar Negeri Lebih Laku?

Rabu, 13 Desember 2017 15:30 Editor : Fajar Ardiansyah
Toyota Vios (foto: Istimewa)

OTOSIA.COM - Pasar sedan di Indonesia berkutat di angka stagnan. Sementara itu, pasar luar negeri masih berminat dengan jenis kendaraan ini.

Kenapa Toyota sebagai sebagai brand yang juga dominan di jenis kendaraan ini tidak memilih pasar ekspor?

"Kalau Toyota hadir di Indonesia selalu atas dua hal, sesuai regulasi dan sesuai kebutuhan konsumen. Dua hal ini jadi dasar mengeluarkan produk untuk pasar," ujar Wakil Presiden Direktut PT Toyota Astra Motor Henry Tanoto.

Ia mengiyakan bahwa pasar sedan di luar memang masih besar, sementara di dalam negeri publik lebih berminat ke MPV.

"Memang sedan kalau dilihat volumenya itu-itu saja. MPV pasarnya besar, dulu cuma Kijang, sekarang ada Calya, Sienta," ujarnya.

Ia sedikit memberikan gambaran bahwa jika pasar sedan di Indonesia tidak dipertahankan, maka merek lain dari luar yang akan masuk.

Contoh yang diberikannya adalah program LCGC. Pada 2012, mobil tersebut sudah dipamerkan, tetapi ternyata aturan pemerintah belum keluar sehingga harga belum bisa langsung dipublikasikan.

"Ini dilakukan pemerintah untuk melindungi industri nasional. Kalau dulu langsung dikeluarkan, pasarnya ada, tetapi yang terjadi adalah negatif perdagangan. Dari luar akan masuk. Untuk sedan, saya mendukung jika memang pemerintah dengan perangkat regulasinya untuk mendorong ekspor, selama memang regulasi dan aturan lainnya memadai."

 (kpl/why/fjr)

BERI KOMENTAR