HOME » BERITA » KENAPA UBER AKHIRNYA BUBAR? LIHAT PENJELASAN INI

Kenapa Uber Akhirnya Bubar? Lihat Penjelasan Ini

Secara total, Uber disebut rugi 2,8 miliar dolar AS pada 2016 dan 4,5 miliar dolar AS pada 2017.

Selasa, 10 April 2018 22:45 Editor : Dini Arining Tyas
Foto Ilustrasi by Phys

OTOSIA.COM - Uber menarik bisnisnya di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Penyebab bubarnya layanan transportasi yang terbilang sudah lebih dulu beredar di Indonesia tersebut menarik untuk disimak.

"Bisnis transportasi online belakangan naik pesat secara tiba-tiba, baik jumlah perjalanannya maupun para penggunanya. Namun, perusahaan ini mengalami kerugian finansial yang besar," kata Tim Dunne, Director of Automotive Industry Analytics J.D. Power.

Secara total, Uber disebut rugi 2,8 miliar dolar AS pada 2016 dan 4,5 miliar dolar AS pada 2017.

Source by JD Power

Meskipun tidak jelas secara pasti ke mana perginya sebagian besar uang Uber, pakar industri mengaitkan sebagian besar kerugian dengan dua penyebab.

"Pertama, Uber sibuk cari pangsa pasar. Mereka menyubsidi biaya perjalanan untuk membangun basis pelanggan yang stabil, dan aliran pendapatan masa depan yang sifatnya berulang," kata dia.

Menurut sebuah publikasi yang dikutip JD Power, pelanggan Uber diperkirakan hanya membayar 41% dari keseluruhan biaya perjalanan, sementara perusahaan (dan investornya) membayar sisanya.

"Yang kedua, biaya untuk membayar pengemudi. Diperkirakan, 65-75% dari pendapatan yang diperoleh dari perjalanan diarahkan ke pengemudi," kata dia.

Jika melihat grafik, pendapat mereka memang tumbuh. Namun perbandingan antara perolehan angka bersih mereka sangat berbeda jauh dengan perolehan bruto.

(kpl/why/tys)

BERI KOMENTAR