HOME » BERITA » KENCAN SINGKAT BERSAMA SI IMUT NEX II DI SELATAN JAKARTA

Kencan Singkat Bersama Si Imut Nex II di Selatan Jakarta

Jum'at, 13 Juli 2018 09:45 Editor : Cornelius Candra
Foto: Nazar Ray

OTOSIA.COM - Suzuki Nex II menjadi skutik andalan terbaru Suzuki yang diluncurkan pada perhelatan Jakarta Fair Kemayoran beberapa waktu lalu. Banyak penasaran apa rasanya mengendari skutik entry level Suzuki ini, termasuk para awak media. Dan, PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) 2W pun memberikan kesempatan insan pers untuk menjajalnya langsung dari kawasan Kemang menuju BSD Tangeran.

Test ride Suzuki Nex II sendiri dibagi dalam beberapa tahap lantaran banyaknya peserta media dan undangan lainnya yang mencapai puluhan. Suzuki memberi kesempatan lebih dari satu jurnalis dalam satu media yang dibagi lebih dari 2 kloter.

Pada media test ride kali ini SIS menghadirkan semua Varian Suzuki NEXII, mulai dari model yang standar hingga model tertinggi yang dilengakpi ragam fitur terkini.

Rute uji rasa perkotaan alias city touring skutik yang meyasar kawula muda milenial ini dimlai dari melewati jalan Antasari, TB Simatupang , Adyaksa , Pondok Cabe dan berkahir di BSD. Rute yang dilewati bervariasi, mulai dari kemacetan, aspal mulus, bergelombang hingga jalur beton.

Impresi awal merasakan sadel, adalah posisi duduk dimana jok kurang lebar, terutama orang Indonesia yang berpostur tinggi 170 cm atau berbadan gemuk. Sementara posisi kaki terasa pas menapak di median tumpuan. Saat kaki diletakkan pada dek, kenyamaanan terasa cukup, pas dengan posisi tangan memegang stang.

Bunyi starter terdengar halus, raungan mesin juga terdengar senyap di gendang telinga. Halus. Sedangakn putaran grip gas terasa ringan untuk memancing mesin berteriak.

Memulai perjalanan, langsung disambut kepadatan lalu lintas di Selatan. Di sini mulai terasa komposisi jarak sumbu roda mendukung manuver di sela-sela kendaraan yang terjebak kemacetan. Posisi spion standar yang cukup tinggi membuat pembesutnya pintar-pintar memperhitungkan dengan spion mobil di kanan-kiri saat menembus kemacetan Ibu Kota. Salah-salah spion motor malah menyenggol spion mobil.

Setelah sedikit beradaptasi, skutik mungil ini sudah bisa diajak bermanuver lincah di daerah Lebak Bulus yang sedang dilakukan pembanguan fly over. Keunggulan spion Nex II yang desainnya mirip dengan model skutik merek tetanggga memberikan bidang pandang buritan cukup luas.

Saat memasuki wilayah Tangerang, lalulintas terlihat sedikit lengang. Rombongan terlihat mulai menaikkan ritme kecepatan. Denagn formasi satu barisan, kecepatan bisa mencapai 60 KPJ. Saat mencoba menyalip mobil, terasa performa mesin kurang merespon keinginan rider.

Yaa, seperti skutik kelas 100cc umumnya terasa kurang menggigit saat diajak akselerasi dengan cepat. Sesuai kapasitas mesinnya. Tapi pada rpm sedang skutik yang buat anak milenail cukup memiliki performa. Responsif. Di jalur Pondok Cabe yang diwarani tikungan saat diajak nikung matik mungil ini nurut. Enak, gak protes.

Saat melindas jalur kasar, khas motor matik imut, getaran di stang terasa, apalagi saat melindas polisi tidur harus ekstra waspada karena ketinggiannya suka-suka yang bikin. Jika tidak waspada bisa-bisa motor tidak terkendali arahnya.

Sementara kinerja peredam kejut belakang terasa kurang memberikan stimulus, terasa keras. Mungkin berat badan kami di angka 55 Kg.

Tentu saja impresi setiap wak jurnalis yang mencobanya berbeda-beda. Dengan postur tinggi 165cm dan berat 55 kg memacu Nex II dari Kemang sampai BSD hasilnya cukup mengakomodir guna menunjang mobilitas di kemacetan di Selatan Jakarta.

Mendapat unit test ride tipe standar tanpa fitur chraging gadget, orientasi uji coba fokus pada performa mesin dan kenyamaman berkendara. Satu yang mengesankan adalah konsumsi BBM. Sesuai hasil pengujian, konsumsi BBM Nex II adalah 1 liter bisa menempuh jarak 49 km.

Sementara rancangan kompatemen penunjuk informasi yang simpel dengan back gorund cerah mudah terpantau. Sayang indikator lampu belok perlu tambahan lirikan ekstra untuk menatapnya.

Tambahan kompartemen pada fairing cukup untuk menempatkan botol 600 ml. Sayang desainnya tersa kurang memadai, kedalamannya dirsasa kurang. Saat bertemu jalan bergelombang botol mudah keluar dari tempatnya. Fitur yang dirasa kurang adalah side stand switch, alias penonaktifan mesin saat standar samping diturunkan belum dibenanmkan pada Nex II.

Ujung-ujungnya, Suzuki Nex II menjadi pilihan yang cukup pas untuk transportasi daerah urban. Apalagi, Nex II menyediakan tambahan colokan pengisi daya gadget, yang mana gaya hidup saat ini manusia tidak bisa terlepas dari gawai.

Reporter : Nazarrudin Ray

(kpl/nzr/crn)

BERI KOMENTAR