HOME » BERITA » KENDARAAN HONDA DI MASA DEPAN BAKAL BISA BACA PIKIRAN PENGEMUDI

Kendaraan Honda di Masa Depan Bakal Bisa Baca Pikiran Pengemudi

Honda mematenkan teknologi brain-machine interface yang memungkinkan kendaraan bisa membaca niatan pengemudi melalui deteksi gelombang otak.

Minggu, 06 Desember 2020 15:15 Editor : Dini Arining Tyas
Kendaraan Honda di Masa Depan Bakal Bisa Baca Pikiran Pengemudi
Honda Civic Type R (Carbuzz)

OTOSIA.COM - Pabrikan otomotif seolah berlomba-lomba menghadirkan teknologi otonom atau self-driving paling canggih. Akhir Tahun ini, Tesla mengembangkan teknologi full self-driving, yang mana tak lama lagi mobil-mobil Tesla akan sepenuhnya bisa melaju sendiri.

Tapi rupanya, Honda juga tak mau kalah. Dilansir dari Carbuzz, baru-baru ini Honda mematenkan teknologi pembaca pikiran ayng futuristik.

Didaftarkan ke Kantor Paten Amerika Serikat, teknologi itu menggunakan brain-machine interface, yang bisa mendeteksi gelombang otak. Teknologi itu bisa memahami maksud pengguna dan mengontrol kendaraan sesuai hasil deteksi itu.

1 dari 2 Halaman

Kendaraan Honda di Masa Depan Bakal Bisa Baca Pikiran Pengemudi

Misalnya, digaram yang menjadi bagian dari paten itu menunjukkan bagaimana pengendara sepeda mtoor bisa menggunakan teknologi itu untuk melakukan stoppie dan wheelie sesuai perintah.

Untuk melakukannya, pengemudi sudah pasti harus memiliki keterampilan. Tapi teknologi tersebut akan membantu pengendara dengan mengendalikan sepeda setelah merasakan gelombak otak yang mungkin menunjukkan niat untuk melakukan wheelie.

 

2 dari 2 Halaman

Elektroda pada Helm

Kendaraan Honda di Masa Depan Bakal Bisa Baca Pikiran PengemudiElektroda pada Helm

Teknologi itu didugkung dengan adanya helm. Elektroda yang terpasang pada helm yang mendeteksi gelombang otak pengendara. Kemudian dikirim ke kompputer brain-machine interface yang mengontrol sepeda motor.

Gambar paten tak hanya menunjukkan bahwa teknologi itu hanya bisa membantu wheelie atau stoppie, tapi juga bisa diterapkan pada mobil. Selain iut, teknologi itu disebut bisa beradaptasi dengan tingkat keterampilan penemudi.

Hal itu juga bisa meningkatkan keselamatan pengemudi di jalan, dengan memantau pengemudi saat hendak mengerem, menyetir, atau berakselerasi. Sampai di sini, tentu teknologi yang dipatenkan itu belum tentu akan dikembangakan.

BERI KOMENTAR