HOME » BERITA » KENDARAAN LAMA TIDAK TERPAKAI, JANGAN SEPELEKAN BAHAN BAKAR DI TANGKI

Kendaraan Lama Tidak Terpakai, Jangan Sepelekan Bahan Bakar di Tangki

Ketika kendaraan lama tidak digunakan, selain memastikan bahan bakar dalam kondisi penuh adalah kualitas BBM dalam tangki.

Minggu, 31 Mei 2020 11:15 Editor : Nazarudin Ray
Kendaraan Lama Tidak Terpakai, Jangan Sepelekan Bahan Bakar di Tangki
Ilustrasi pengisian bahan bakar (driving-tests.org)

OTOSIA.COM - Selama pandemi virus Corona (COVID-19) belum berakhir, masyarakat masih di minta untuk tak terlalu beraktivitas di luar. Maka tak heran jika penggunaa kendaraan berkurang secara drastis, terlebih saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Namun penting untuk tetap menjaga kondisi dan performa kendaraan, baik mobil maupun sepeda motor untuk menghindari kerusakan-kerusakan permanen yang dapat terjadi di saat kendaraan Otolovers sedang di berada rumah.

Otolovers dapat melakukan beberapa langkah sederhana yang dapat menjaga kendaraan agar tetap dalam kondisi maksimal. Salah satu yang dianjurkan adalah soal bahan bakar yang tersimpan di dalam tangki.

PT Aneka Petroindo Raya (BP-AKR) yang merupakan perusahaan joint venture antara bp dan AKR, memberikan kiat terkait bahan bakar yang tersimpan lama di dalam tangki ketika kendaraan lama mangkrak.

1 dari 2 Halaman

Jangan Biarkan Ruang Tangki Kosong

Anjuran pertama ketika kendaraan lama tidak digunakan adalah memastikan bahan bakar kendaraan dalam kondisi penuh. Hal ini untuk menghindari kondensasi di dalam tangki bahan bakar karena ruang kosong.

Kondensasi di dalam tangki dapat menyebabkan karat. Maka itu bahan bakar penuh dapat membantu mencegah karat dan penguapan.

Terlepas dari jumlah bahan bakar, kondisi oli juga sangatlah penting untuk kendaraan. Jika memungkinkan di saat mengisi bahan bakar, Otolovers juga mengganti oli kendaraan untuk memastikan kondisi kendaraan akan tetap maksimal.

 

2 dari 2 Halaman

Pemilihan Jenis Bahan Bakar

Pemilihan bahan bakar juga penting untuk menjaga kondisi kendaraan. Menggunakan bahan bakar yang tidak tepat bisa menyebabkan penumpukan kotoran hingga berkerak dan berujung performa mesin menurun.

Kotoran berupa endapan berbahaya pada mesin mobil dapat membuat suara mesin menjadi kasar serta meningkatkan konsumsi bahan bakar. Karena itu pastikan kendaraan menggunakan bahan bakar yang mampu bantu melindungi mesin kendaraan.

Selanjutnya jangan lupa memanaskan kendaraan. Untuk menghindari terjadinya kerusakan pada aki kendaraan, ada baiknya jika mesin kendaraan dinyalakan setidaknya dua minggu sekali.

Menyalakan mesin kendaraan setidaknya dua minggu sekali tidak hanya membantu menjaga kondisi aki kendaraan, tetapi juga akan mencegah mesin dan mekanisme lainnya mengering.

BERI KOMENTAR