HOME » BERITA » AMMDES, KENDARAAN MULTIGUNA ASLI BUATAN INDONESIA DIJUAL KE AFRIKA

AMMDes, Kendaraan Multiguna Asli Buatan Indonesia Dijual ke Afrika

Kendaraan multiguna atau Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) asal Indonesia mulai memasuki pasar ekspor ke Nigeria

Kamis, 03 September 2020 18:15 Editor : Nazarudin Ray
AMMDes, Kendaraan Multiguna Asli Buatan Indonesia Dijual ke Afrika
KMW-AMMDes yang siap dikapalkan ke Afrika (Istimewa)

OTOSIA.COM - Selain di dalam negeri, Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) rupanya juga diminati negara lain. PT Senantiasa Makmur (SM) melalui PT Repindo Jagad Raya (RJR), KMW-AMMDes yang diproduksi oleh PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia (KMWI) diekspor ke salah satu negara Afrika, Nigeria.

Seremonial ekspor perdana dilakukan belum lama ini di pabrik KMW-AMMDes di Citereup, Kabupaten Bogor. Kedepannya proses ekspor ini akan dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan.

Disaksikan secara langsung oleh Direktur Utama RJR Ritha Ermuliana Manik, sebagai eksportir, Presiden Direktur KMWI Reiza Treistanto , dan Direktur SM Rio Sanggau.

1 dari 2 Halaman

KMW-AMMDes yang telah diekspor terdiri dari KMW-AMMDes Paddy Husker (Pengupas Padi), KMW-AMMDes Cassava Grinder (Penepung Singkong), dan KMW-AMMDes Garri Processor (Pengolah Garri).

?Kami merasa bangga dengan diekspornya KMW-AMMDes ke Nigeria. Hal ini menjadi bukti bahwa produk dalam negeri hasil karya anak bangsa juga diminati di luar negeri. Terlebih dalam kondisi Pandemi COVID-19 ini, KMW-AMMDes semakin dibutuhkan di sektor pertanian dan perkebunan berskala besar,? ujar Ritha Ermuliana Manik.

 

 

2 dari 2 Halaman

Salah satu unit KMW-AMMDes yang diekspor menggunakan aplikasi Garri Processor (Pengolah Garri). Garri merupakan makanan pokok di Nigeria yang terbuat dari singkong.

Sejak 2018 KMWI berhasil mengembangkan lebih dari 16 aplikasi lainnya yang disesuaikan dengan kebutuhan desa di Indonesia, di antaranya unit KMW-AMMDes Ambulance Feeder pada bidang kesehatan dan unit KMW-AMMDes Pemadam Kebakaran untuk kegiatan tanggap darurat.

 

BERI KOMENTAR