HOME » BERITA » KENDARAAN PAKAI BBM RON TINGGI BANTU PERBAIKI KUALITAS UDARA

Kendaraan Pakai BBM Ron Tinggi Bantu Perbaiki Kualitas Udara

Penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan RON tinggi dinilai bisa memperbaiki kualitas udara di Jakarta. Pasalnya meskipun sedang ada PPKM Darurat yang mana mobilitas masyarakat dibatasi, kualitas udara di Jakarta masih buruk.

Rabu, 07 Juli 2021 20:15 Editor : Dini Arining Tyas
Kendaraan Pakai BBM Ron Tinggi Bantu Perbaiki Kualitas Udara
Kualitas udara Jakarta (Liputan6.com)

OTOSIA.COM - Hasil pembuangan dari pembakaran BBM pada mesin kendaraan menjadi salah satu penyebab buruknya kualitas udara. Pada 5 Juli 2021 lalu, kualitas udara DKI Jakarta masuk dalam kategori tidak sehat, yakni kontraksi polusi PM 2.5 atau mencapai 88 µg/m³.

Data dari IQAir.com menempatkan DKI Jakarta dalam kondisi udara paling buruk di dunia. Pengamat energi Mamit Setiawan menilai, dengan kondisi udara yang tidak sehat, maka Pemerintah perlu segera mengambil langkah-langkah seperti peralihan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan kualitas lebih baik.

"Saya melihat meskipun PPKM saat ini sudah diterapkan, tapi mobilitas masyarakat masih cukup tinggi. Hal ini bisa dilihat pada saat penyekatan di berbagai titik kemarin masih terjadinya kemacetan yang cukup panjang," kata Mamit, Selasa (6/7/2021).

1 dari 3 Halaman

Begitu juga, lanjut Mamit, mobilitas masyarakat di daerah penyangga Jakarta yang masih cukup tinggi. Hal ini juga memerlukan kebijakan dari pemerintah untuk mendorong masyarakat menggunakan BBM dengan RON yang tinggi, sehingga index polusi bisa berkurang.

"Mengingat dengan menggunakan BBM RON tinggi pembakaran menjadi lebih baik dan sempurna," jelas Mamit.

Dengan adanya kebijakan PPKM darurat yang diterapkan pemerintah di sejumlah wilayah termasuk DKI Jakarta, kata Mamit, maka pemerintah bisa segera mendorong masyarakat untuk beralih ke penggunaan BBM dengan kualitas baik.

"Ini jelas akan mengurangi emisi rumah kaca mengingat mengingat pemerintah mempuanyai komitmen dalam perjanjian Paris mengurangi emisi buang. Selain itu, melalui BBM RON tinggi maka jarak tempuh juga akan semakin jauh," lanjutnya.

2 dari 3 Halaman

Tak hanya itu, masyarakat juga bisa berhemat dalam membeli BBM serta berhemat dari sisi perawatan mesin karena tidak sering-sering pergi ke bengkel.

Diketahui, Jakarta kembali dimasuk dalam daftar sebagai kota besar dengan kondisi udara paling buruk di dunia. Itu berdasrakan data yang disajikan IQAir.com pada Senin 5 Juli 2021 pukul 06.20 WIB.

Indeks kualitas udara Jakarta tercatat mencapai 168 dalam katagori tidak sehat dengan konsentrasi polusi PM 2.5. Kondisi udara Jakarta secara real time berada dalam urutan pertama yang terburuk di dunia.

3 dari 3 Halaman

Sementara kota besar yang tercatat dengan kondisi udara terburuk kedua di dunia adalah Kota Zagreb (Kroasia), kemudian disusul Kota Johannesburg (Afrika Selatan) di urutan ketiga, dan Kota Dhaka (Banglades) di urutan keempat.

Buruknya kualitas udara Jakarta ini dikhawatirkan akan meningkatkan daya tahan para pasien yang terpapar COVID-19. Mengingat, penyakit kronis akibat polusi udara berkontribusi pada penurunan sistem imunitas tubuh. Bahkan bisa memperparah gangguan kesehatan jika terpapar virus COVID-19.

Bahkan, WHO menyarankan negara-negara dengan polusi udara yang tinggi seperti Indonesia perlu mempertimbangkan risiko kematian para pasien COVID-19.

Sumber: Liputan6.com

BERI KOMENTAR