HOME » BERITA » KENDARAAN TAKTIS MAUNG PESANAN MENHAN PRABOWO AKHIRNYA JADI, BARU 40 DARI 500 UNIT YANG DISERAHKAN

Kendaraan Taktis Maung Pesanan Menhan Prabowo Akhirnya Jadi, Baru 40 dari 500 Unit yang Diserahkan

Kementerian Pertahanan memesan 500 unit kendaraan taktis Maung dari PT Pindad (Persero). Kini 40 unit diantaranya sudah diserahkan ke Kepala Staf TNI Angkatan Darat.

Jum'at, 15 Januari 2021 22:15 Editor : Dini Arining Tyas
Kendaraan Taktis Maung Pesanan Menhan Prabowo Akhirnya Jadi, Baru 40 dari 500 Unit yang Diserahkan
Kendaraan Taktis Maung (Dok. PT Pindad)

OTOSIA.COM - Menteri Pertahanan RI, Prabowo Subianto memesan kendaraan taktis Maung dari PT Pindad (Persero) sebanyak 500 unit. Sebanyak 40 unit kini sudah diserahkan pada 13 Januari 2021 lalu kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Andika Perkasa.

Penyerahan itu dilakukan saat Rapat Pimpinan (Rapim) Kementerian Pertahanan di Kemhan, Jakarta. Direktur Utama PT Pindad (Persero), Abraham Mode mengungkapkan rasa bangga karena Kementerian Pertahanan percaya dengan produk dalam negeri untuk mendukung TNI.

"Terima kasih atas kepercayaan Kehan terhadap Pindad, kami bangga apda hari ini dilakukan acara penyerahan simbolis Maung dari Menteri Pertahanan kepada KASAD utnuk mendukung tugas pokok TNI," kata Abraham melalui siaran pers.

1 dari 4 Halaman

Penyerahan kendaraan taktis Maung (Dok. PT Pindad)

Total pesanan 500 unit Maung itu akan diselesaikan secara bertahap. Kendaraan taktis Maung sendiri didesain memiliki kemampuan manuver yang gesit dan handdal untuk mendukung mobilitas penggunanya di berbagai medan operasi.

Maung dibekali dengan mesin berkapasitas 2.400cc. Tenaga dari mesin tersebut disalurkan ke keempat rodanya (4WD). Selain itu, kendaraan taktis ini juga dibekali dengan braket senjata 7,62 mm, konsol SS2-V4, dan perangkat GPS.

2 dari 4 Halaman

Potret Menhan Prabowo Jajal Maung

Transportasi sehari-hari di daerah konflik (Rantis) yang diproduksi PT Pindad baru saja dijajal Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Mobil tersebut merupakan model Rantis 4X4 yang diberi nama Maung.

"Pada sore hari ini saya dan tim dari PT. Pindad mencoba kendaraan Rantis 4x4 yang kami beri nama Maung," kata Prabowo dalam akun twitternya, Minggu (12/7/2020) dilansir dari Merdeka.com.

Prabowo menjelaskan kementerian pertahanan akan terus mendukung upaya peningkatan alutsista dalam negeri. Serta mendukung program penelitian dan pengembangan.

"Nantinya seluruh produksi dalam negeri dapat mandiri lebih utuh," ucap Prabowo.

Dengan bodi mobil yang kekar, Menhan Prabowo tampak semakin gagah saat menunggangi si Maung. Beginilah potretnya.

3 dari 4 Halaman

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto membeli alat utama sistem persenjataan (alutsista) buatan dalam negeri. Hal ini demi menggerakkan perekonomian Indonesia di tengah pandemi virus Corona (COVID-19).

Dia menyampaikan hal tersebut dalam rapat terbatas yang digelar secara tertutup di Istana Negara Jakarta, Selasa 7 Juli 2020. Menurutnya, Kementerian Pertahanan bisa membeli produk alutsista di perusahaan dalam negeri seperti PT Dirgantara Indonesia (DI), PT Pindad, atau PT PAL.

"Misalnya di Kemenhan, bisa saja di DI, beli di Pindad, beli di PAL. Yang bayar di sini ya yang cash, cash, cash. APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), beli produk dalam negeri. Saya kira Pak Menhan juga lebih tahu mengenai ini," kata Jokowi dalam keterangan pers yang dirilis Sekretariat Presiden, Rabu (8/7/2020).

4 dari 4 Halaman

"Saya kira belanja-belanja yang dulu belanja ke luar, direm dulu. Beli, belanja, yang produk-produk kita. Agar apa? Ekonomi kena trigger, bisa memacu growth kita, pertumbuhan (ekonomi) kita," sambungnya.

Jokowi menyebut anggaran Kementerian Pertahanan yakni, Rp117 triliun. Anggaran tersebut merupakan yang paling besar dibandingkan kementerian lainnya.

Dia mengingatkan jajaran menterinya untuk mempercepat belanja pemerintah untuk menggerakkan perekonomian. Pasalnya, kuartal ketiga tahun ini akan menjadi kunci bagi upaya pemulihan ekonomi nasional di tengah pandemi.

"Saya sekarang ini melihat belanja kementerian itu harian. Naiknya berapa persen. Harian, saya lihat betul sekarang," ucapnya.

BERI KOMENTAR