HOME » BERITA » KEOS, MASSA RUSAK 3 MOBIL POLISI SAAT DEMO DI KANTOR KEJARI TASIKMALAYA

Keos, Massa Rusak 3 Mobil Polisi saat Demo di Kantor Kejari Tasikmalaya

Sejumlah massa yang melakukan unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Negeri Tasikmalaya merusak 3 unit mobil polisi. Unjuk rasa itu dilakukan dengan tuntutan pembebasan Habib Rizieq Shihab.

Senin, 12 Juli 2021 19:45 Editor : Dini Arining Tyas
Keos, Massa Rusak 3 Mobil Polisi saat Demo di Kantor Kejari Tasikmalaya
Ricuh demo sampai rusak mobil polisi (Istimewa)

OTOSIA.COM - Demo yang berlangsung di Kejaksaan Negeri Tasikmalaya, Senin (12/7/2021) berakhir ricuh. Sekelompok massa yang mengaku sebagai pendukung Habib Rizieq Shihab (HRS) sempat bentrok dengan aparat yang berjaga dan satu polisi terluka dalam peristiwa itu.

Massa unjuk rasa disebut menuntut agara HRS dibebaskan. Kapolres Tasikmalaya, AKBP Rimsyahtono mengatakan bahwa awalnya massa datang ke kantor Kejaksaan Negeri Tasikmalaya untuk menyampaikan aspirasi.

"Di tengah aksi, terjadi kericuhan saat mereka memaksa untuk masuk ke dalam kantor kejaksaan," kata Rimsyahtono saat dikonfirmasi.

1 dari 2 Halaman

Mereka berupaya merobohkan gerbang kantor Kejaksaan sambil melempari batu ke arah aparat yang berjaga. Aksi perusakan kendaraan milik kepolisian pun terjadi. Setidaknya tiga kendaraan dirusak massa pendukung HRS menggunakan batu dan lainnya.

Untuk membubarkan massa yang terus melakukan aksi perusakan dan pelemparan, polisi menurunkan water canon. Massa pun kocar kacir. Mereka lantas dikejar polisi.

"Kami amankan 31 orang. Mayoritas anak anak sekitar 18 orang. Saat ini mereka masih menjalani pemeriksaan," ungkapnya.

2 dari 2 Halaman

Kapolres memastikan bahwa pihaknya akan mengusut tuntas kasus perusakan fasilitas negara yang dilakukan oleh massa aksi. Selain itu juga pihaknya akan mendalami latar belakang pelaku yang melakukan aksi tersebut.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan negeri Tasikmalaya, Muhammad Syarif menyebut bahwa kedatangan massa aksi ke kantornya berkaitan dengan vonis HRS.

"Mereka datang ke Kejaksaan untuk sampaikan tuntutan pembebasan HRS. Tapi kan itu wewenang pengadilan, bukan di kita," singkatnya.

Reporter: Mochammad Iqbal

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR