HOME » BERITA » KERAP ADA YANG NGEYEL, POLDA BANTEN SIAPKAN AREA DEBAT DI TITIK PENYEKATAN PEMUDIK

Kerap Ada yang Ngeyel, Polda Banten Siapkan Area Debat di Titik Penyekatan Pemudik

Pada tahun lalu saat mudik Lebaran dilarang, tak sedikit warga yang masih nekat mudik menggunakan berbagai cara. Bahkan mereka tak segan untuk ngeyel ketika petugas berusaha untuk memutar balikkan mereka.

Kamis, 29 April 2021 19:15 Editor : Dini Arining Tyas
Kerap Ada yang Ngeyel, Polda Banten Siapkan Area Debat di Titik Penyekatan Pemudik
Penyekatan pada larangan Mudik 2020 (Liputan6.com

OTOSIA.COM - Polisi sudah memulai pengetatan dan pemeriksaan kelengkapan kendaraan untuk menghalau para pemudik. Pasalnya, meskipun sudah sering diimbau, warga masih saja ada yang berani mudik.

Sehingga petugas harus bekerja ekstra agar masyarakat mau mematuhi aturan. Pengetatan dan pemeriksaan kelengkapan di penyeberangan melalui Pelabuhan Merak pun akan diterapkan pada 6-17 Mei 2021. Pengendara yang tidak membawa surat keterangan dinas dan hasil negatif tes COVID-19 dipastikan diputar balik.

"Kami sudah antisipasi karena ini kan ada kebijakan pengetatan. Sekarang dilakukan dengan surat keterangan dan ditambah surat antigen berlaku satu kali 24 jam, jika tidak terpaksa saya kembalikan," kata Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heryanto, Rabu (28/4/2021).

1 dari 2 Halaman

Rudy menginstruksikan petugas yang menjaga pos penyekatan agar bertindak tegas sesuai aturan, termasuk saat menyampaikan kebijakan pemerintah dan memutarbalikkan kendaraan.

Polda Banten juga telah menyiapkan area parkir di titik-titik penyekatan sebagai lokasi perdebatan. Pengendara yang bersikeras melintas diarahkan ke lokasi ini untuk diperiksa kelengkapan surat-suratnya. Jika perdebatan terjadi di jalan dikhawatirkan dapat memicu kemacetan.

"Saya minta petugas saklek aja jadi tidak ada perdebatan. Dan nanti ada arena parkir untuk area debat, termasuk pemeriksaan surat kelengkapan surat perintah dinasnya, kami periksa dan kami harus konfirmasi apakah benar surat itu dikeluarkan oleh dinas," ungkapnya.

2 dari 2 Halaman

Pihak pengelola Pelabuhan Merak telah diminta untuk membuka hanya dua dermaga yang dikhususkan untuk kendaraan pengangkut barang dan kendaraan bersifat darurat.

"Seperti halnya pengalaman tahun sebelumnya mobil yang dinaikkan ke truk, kalau bahan pokok boleh dan itu ada surat jalannya juga. Nah itu saya sudah kirim surat ke Dirjen Perhubungan Darat, tadinya saya minta ditutup ASDP itu dialihkan ke Bojonegara, tapi ASDP akan tetap membuka dari 7 dermaga. Saya hanya minta dua untuk pengangkut bahan pokok saja, selain itu mobil yang keadaan dinas ambulans dan lainnya yang diizinkan, selain itu balik kanan," ujar Rudy.

Reporter: Dwi Prasetya

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR