HOME » BERITA » KETIKA BERKENDARA PANDANGAN HARUS JAUH KE DEPAN, MENGAPA?

Ketika Berkendara Pandangan Harus Jauh ke Depan, Mengapa?

Ini alasan kenapa pandangan harus jauh ke depan saat berkendara

Minggu, 18 Oktober 2020 08:15 Editor : Ahmad Muzaki
Ketika Berkendara Pandangan Harus Jauh ke Depan, Mengapa?
Ilustrasi pengendara motor (Allstate)

OTOSIA.COM - Ketika mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya, para pengendara harus memakai perlengkapan yang lengkap, seperti jaket, sepatu, sarung tangan, dan celana panjang.

Tak hanya itu saja, para pengendara juga harus memahami beberapa tips cara berkendara aman dan nyaman. Salah satunya adalah soal penglihatan.

1 dari 3 Halaman

Melansir laman Federal Oil, seorang instruktur safety riding, Jusri Palubuh pun memberikan pendapatnya. Ia beranggapan bahwa mata harus memandang jauh ke depan, sebab indera penglihatan ini bertugas mengumpulkan data ke otak dan selanjutnya untuk memerintahkan tubuh.

"Ilmu dalam balapan motor asalnya dari berkendara sehari-hari. Dan mata merupakan faktor penentu pembalap tersebut cepat. Sama seperti berkendara sehari-hari, mata merupakan pengumpul data," katanya.

2 dari 3 Halaman

Kebanyakan orang memandang lurus ke depan tapi malah menjatuhkan pandangannya ke jalanan yang dilewati saja. Dengan begitu mata tidak akan memiliki data yang banyak.

Beda halnya dengan pandangan jauh ke depan. Data yang terkumpul di otak semakin banyak dan pengendara menjadi tahu akan kondisi sekitarnya.

"Soal arah pandang ini menyesuaikan, dengan semakin bertambahnya kecepatan mata harus semakin jauh kedepan," kata Jusri.

3 dari 3 Halaman

Pandangan jauh ke depan pun sangat diperlukan juga saat pengendara menambah kecepatan laju motornya. Sehingga jika ada sesuatu yang mengancam dari arah depan, pengendara bisa langsung mengantisipasinya.

Jika belum terbiasa, pasti arah pandangan akan terus ke bawah. Sebenarnya hal ini tidak perlu, sebab mata secara tidak langsung sudah menangkap data jalur yang dilewati saat memandang jauh ke depan.

"Kalau belum terbiasa pasti arah mata akan kembali turun, padahal ini tidak perlu, karena area tersebut sudah dilihat sebelumnya," tutup Jusri.

BERI KOMENTAR