HOME » BERITA » KIA BERENCANA NAIKKAN HARGA JUAL, IMBAS KURS RUPIAH MELEMAH

Kia Berencana Naikkan Harga Jual, Imbas Kurs Rupiah Melemah

Saat ini kurs rupiah terhadap dolar terbilang paling lemah di kawasan Asia. Kondisi ini sangat berdampak, apalagi mobil Kia yang dijual di Indonesia semuanya diimpor secara utuh (CBU)

Jum'at, 17 April 2020 13:45 Editor : Ahmad Muzaki
Kia Berencana Naikkan Harga Jual, Imbas Kurs Rupiah Melemah
Importir dan distribusi mobil Kia dipegang PT Kreta Indo Artha (Indomobil). ©2019 Merdeka.com

OTOSIA.COM - Penurunan Nilai Tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tentunya berpengartuh terhadap harga jual mobil di Indonesia. Hal itu pun juga dirasakan agen pemegang merek Kia di Indonesia, PT Kreta Indo Artha (Indomobil Group).

Sejak pandemi Covid-19, kurs rupiah terhadap dolar cenderung melemah hingga sempat menembus level Rp 16 ribu per dolar. Namun per hari ini (16/4), kurs rupiah menguat sedikit ke level Rp 15.715.

Dilansir Merdeka.com, Ario Soerjo, Marketing and Development Division Head PT Kreta Indo Artha, menjelaskan saat ini kurs rupiah terhadap dolar terbilang paling lemah di kawasan Asia. Kondisi ini sangat berdampak, apalagi mobil Kia yang dijual di Indonesia semuanya diimpor secara utuh (CBU) dari Korea Selatan dan India (hanya model SUV Seltos).

Untungnya di India sedang lockdown, sehingga pasokan dari sana distop sementara. Kemudian kami bisa rencanankan pasokan mobil baru dan harga jualnya.

"Saat ini stok kami pas-pasan. Jadi ketika masuk mobil lagi atau stok baru, pasti kami akan menyesuasikan harga jualnya," ujar Ario.

1 dari 2 Halaman

Kata Ario, semua merek otomotif yang memasarkan unitnya dari impor pasti akan menaikkan harga jualnya, jika stok lamanya sudah habis. Bagi Kia Indonesia sendiri, kondisi sekarang belum terdampak karena ada lockdown di India yang menjadi sumber pasokan SUV Seltos. Namun, bila lockdown di India selesai, kemudian ada pengiriman mobil baru, pihaknya pasti menyesuaikan (harga jual).

"Lockdown di India akan habis pada awal Mei sekaligus dilakukan pengiriman baru. Jadi perkiraan pada pekan pertama Mei, Kia Indonesia akan menyesuaikan harga jual kendaraannya," ucap Ario sambil menambahkan secara umum pabrikan otomotif di Indonesia memiliki stok masih banyak, akibat pasar lesu sejak awal tahun.

Kia Indonesia, kata dia, memilik stok pas-pasan atau terbatas. Untuk itu, Kia masih berusaha memenuhi inden para konsumennya.

2 dari 2 Halaman

Ekspansi Diler Tidak Ditunda

Saat ini Kia Indonesia memiliki diler resmi standar 3S (sales, service, dan spare parts) sebanyak 15 outlet. Sementara diler 2S ada 9 outlet, sehingga total dilernya 24 outlet.

Hingga akhir tahun ini, Kia Indonesia menargetkan menambah diler baru menjadi 34 outlet.

Menurut Ario, rencana ekspansi diler ini belum berubah atau ditunda, meski ada pandemi Covid-19. Karena sebagian besar diler baru yang dibangun itu milik grup alias Indomobil Group sehingga tidak terganggu.

Hal lainnya yang dipertimbangkan, adanya diler baru juga berguna untuk layanan purnajual. Jadi tak hanya urusan penjualannya saja.

"Rencanaya kami target buka 6 diler baru per semester I tahun ini," pungkasnya.

BERI KOMENTAR