HOME » BERITA » KIA FOKUS BIDIK PASAR SUV DI INDONESIA

KIA Fokus Bidik Pasar SUV di Indonesia

PT Kreta Indo Artha selaku agen pemegang merek KIA fokus membidik pasar SUV. Setelah Seltos, KIA akan mendatangkan SUV kecil Sonet ke Indonesia.

Sabtu, 05 September 2020 12:15 Editor : Nazarudin Ray
KIA Fokus Bidik Pasar SUV di Indonesia
Peluncuran SUV KIA Seltos beberapa waktu lalu (Nazar Ray)

OTOSIA.COM - Setelah dipegang PT Kreta Indo Artha, KIA langsung tancap gas dengan memasukkan SUV Seltos ke Tanah Air beberapa waktu lalu. KIA pun kini sudah ancang-ancang untuk lebih banyak memasukan SUV yang kini cenderung menja tren.

Bukan cuma Seltos, KIA bersiap-siap mendatangkan Sonet ke Indonesia. Bahkan Sonet sudah diuji jalan di Indonesia. Jika jadi masuk ke Indonesia, KIA Sonet kemungkinan akan menyentuh beberapa segmen, baik crossover maupun SUV.

Boleh jadi Sonet kelak akan dibanderol Rp 100 jutaan. Sebab, PT Kreta Indo Artha sudah punya Seltos yang luncur dengan banderol Rp 200 jutaan.

"Kenapa dengan penjualan kendaraan SUV? Memang sekarang ini trendnya ke sana. Kalau ditanya kan disini lebih MPV, namun sekarang yang MPV sendiri saja sudah ada yang Ke-SUV-SUV-an," kata Ario Soerjo, Marketing and Development Division Head PT Kreta Indo Artha dalam diskusi Virtual bersama Forum Wartawan Otomotif Indonesia (FORWOT) beberapa waktu lalu.

1 dari 1 Halaman

Selain Sonet, PT Kreta Indo Artha tengah menimbang-nimbang untuk memboyong KIA Seltos Diesel dari India. Hanya saja kualitas bahan bakar solar di Indonesia masih menjadi batu sandungan.

"Kami terhambat masalah emisi, harus mempelajari dulu. Kia Seltos Diesel ini, di India sudah memenuhi standar Euro 4, emisinya lebih tinggi. Tidak mungkin mereka mengimpor Seltos Diesel dan menurunkan emisi disesuikan dengan Indonesia. Kalau mesin emisi sudah tinggi lebih mahal biayanya, bila harus diturunkan," terang Ario.

Menurut dia, banyak hal yang harus dipersiapkan sebelum mendatangkan Seltos Diesel. Selain perosalan emisi, pihaknya tidak mau merugikan konsumen di Indonesia. Ditambah lagi penyebaran bahan bakar solar berkualitas masih sangat kurang di Indonesia. Seperti halnya Pertamina Dex, yang baru terbatas padai kota-kota besar.

"Seltos Diesel pake Pertamina Dex, kalau di luar kota tidak tersedia konsumen pakai bio solar. Bio solar jika dipaksa digunakan akan terjadi masalah. Makanya, kami sedang mempelajari mesin yang bisa gunakan Bio Solar,? ungkapnya.

BERI KOMENTAR