HOME » BERITA » KIAT MENGENDARAI MOTOR SAAT PUASA DAN MENGHINDARI BEGAL

Kiat Mengendarai Motor Saat Puasa dan Menghindari Begal

Bulan puasa tentu bukan menjadi halangan untuk beraktifitas dengan sepeda motor. Untuk itu diperlukan triknya agar pengendara dapat menjalankan aktifitasnya seperti biasa.

Kamis, 16 Mei 2019 15:45 Editor : Ahmad Muzaki
Ilustrasi berkendara (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Bulan puasa tentu bukan menjadi halangan untuk beraktifitas dengan sepeda motor. Untuk itu diperlukan triknya agar pengendara dapat menjalankan aktifitasnya seperti biasa.

Berbeda dengan kebiasaan berkendara pada bulan lainnya, beberapa hal perlu dilakukan agar tetap dapat berkendara secara baik menghindari beragam masalah saat dijalan raya.

Menurut Agus Sani, Head of Safety Riding Promotion Wahana, main dealer sepeda motor Honda Jakarta Tangerang, persiapan sahur yang baik jadi unsur utama bagi pengendara tetap konsentrasi. Konsumsi cairan, sayur dan buah dipastikan jadi sumber yang baik ketika berkendara di siang hari yang terik.

Trik lainnya adalah memilih dengan tepat waktu bepergian dan rute yang akan digunakan sehingga dapat mengurangi kelelahan berkendara akibat cuaca panas dan kemacetan.

"Jangan lupa gunakan perlengkapan berkendara yang aman dan dipastikan nyaman," imbuhnya.

Mengontrol emosi menjadi hal penting ketika di jalan raya. Kontrol emosi yang baik dapat berikan dampak suasana hati yang baik pula saat berkendara sehingga berkendara lebih menyenangkan.

Selain tips di atas, aksi kejahatan terhadap pengendara motor yang biasanya meningkat menjelang Lebaran juga perlu diwaspadai. Seperti video viral seorang pengendara motor yang nyaris dibegal di daerah Kebayoran Lama, Jakarta. Namun pelaku yang berboncengan gagal merebut kunci motor calon korbannya.

"Entah kenapa, pada bulan baik ini kejahatan pembegalan di jalan marak lagi. Kewaspadaan dan kejelian pengendara wajib ditingkatkan," tukas Agus Sani.

Karena itu ia menyarankan, untuk mengantisipasi tindak kejahatan begal sebaiknya memilih waktu yang tepat untuk berkendara. Jika pun terpaksa pulang larut malam, usahakan ada teman.

"Pilih-lah rute aman dalam hal keramaian dan penerangan. Tapi juga jangan panik jika ada kendaraan yang mencurigakan. Segera berhenti di tempat ramai ataupun kantor Kepolisian sesuai rute yang ditempuh," sarannya.

Hal lain untuk terhindar dari begal atau melarikan diri dari begal adalah meningkatkan kemampuan berkendara.

"Selain jeli dan waspada, perencanaan perjalanan dengan motor di malam hari patut diperhatikan. Lainnya, kemampuan berkendara juga dapat menjadi satu tips untuk dapat menghindari kejahatan begal di jalan raya," tutup Agus Sani.

(kpl/nzr/ahm)

BERI KOMENTAR