HOME » BERITA » KIAT SEDERHANA MERAWAT SHOCK SKUTIK DAN TANDA-TANDA KETIKA HARUS DIGANTI

Kiat Sederhana Merawat Shock Skutik dan Tanda-tanda Ketika Harus Diganti

Shockbreaker motor jenis matik juga memerlukan perhatian tersendiri, baik yang monoschock samping maupun shockbreaker belakang ganda

Jum'at, 09 Agustus 2019 14:15 Editor : Ahmad Muzaki
Kiat Sederhana Merawat Shock Skutik dan Tanda-tanda Ketika Harus Diganti
Shock belakang Honda ADV150 (Otosia.com/Cornelius Candra)

OTOSIA.COM - Saat ini motor transmisi otomatis atau skutik sudah menjadi kendaraan favorit sebagian masyarakat Indonesia. Beragam model dan kapasitas mesin membanjiri pasar roda dua di Tanah Air.

Lantaran sudah jadi kendaraan favorit masyarakat karena yang mudah dan simple dikendarai, cukup gas dan rem, shockbreaker motor jenis matik juga memerlukan perhatian tersendiri, baik yang monoschock samping maupun shockbreaker belakang ganda.

Menurut Galuh Afriyanto, Koordinator Servis Yamaha SBR Pemalang, Jawa Tengah, pada dasarnya perawatan rear cushion unit (RCU) yang lebih dikenal shock absorber atau lebih akrab lagi sockbracker belakang tidaklah sulit.

"Sebetulnya cukup sederhana kalo shock absorber bagian belakang karena memang desainnya yang kebanyakan sudah minim perawatan, baik ganti oli maupun spring atau pegasnya. Cukup jaga kebersihan bagian sensitif dari shockabsorber, seperti bagian as shock," bukanya.

1 dari 2 Halaman

Tanda Shockbreaker Harus Ganti

Kiat Sederhana Merawat Shock Skutik dan Tanda-tanda Ketika Harus DigantiTanda Shockbreaker Harus Ganti

Jika kotoran dibiarkan terlalu lama menempel, katanya, akan membuat as baret karena partikel-partikel debu dan kotoran yang bergesekan. Hal ini akan membuat seal rusak dan oli shock merembes. Imbasnya kinerja shock berkurang.

“Kalau udah begini ya alternatifnya cuma ganti baru,atau bisa dibawa ke tukang spesialis shockabsorber untuk di repair,” imbuhnya.

Sebenarnya tanda-tanda shockbreaker belakang harus diganti semudah merawatnya. Gejalanya, selain bocor, biasanya bantingan atau ayunan shock tidak nyaman karena rebound berkurang, terutama saat melewati jalan yang tidak rata. Kemudian saat manuver juga terasa tidak stabil.

Pertanyaan berikutnya, jika shock terasa ngejeduk saat melewati polisi tidur atau jalan tidak rata, terutama saat berboncengan, apakah selalu menjadi indikasi per sudah tidak berfungsi dengan baik? Jangan langsung memvonis shock rusak. Boleh jadi karena beban berlebihan dan jarak main terlalu rendah.

“Mentok bisa juga karena sudah rusak. Tapi ini tidak selalu mengindikasikan kerusakan. Misalnya bisa jadi olinya habis karena bocor, per sudah lemah atau jarak mainnya terlalu rendah. Tapi bisa juga karena muatan berlebihan,” jelas Galuh.

2 dari 2 Halaman

Cara Perawatan

Kiat Sederhana Merawat Shock Skutik dan Tanda-tanda Ketika Harus DigantiCara Perawatan

Satu lagi agar peredam kejut belakang tetap awet, hindari variasi peninggi shock. Bisa jadi kedepannya akan menjadi masalah. “Beberapa kasus ditemui patah arena penambahan aksesories peninggi shock.”

“Jadi yang penting jaga selalu kebersihannya, jangan biarkan ada kotoran yang bikin baret asnya. Untuk tipe yang pakai subtank juga kebanyakan pabrikan tidak menyarankan pembongkaran, penambahan, atau pengurangan olinya,” pungkasnya.

BERI KOMENTAR