HOME » BERITA » KISAH IBU RUMAH TANGGA YANG RELA JADI SOPIR MOBIL AMBULANS COVID-19 DI BANTUL

Kisah Ibu Rumah Tangga yang Rela Jadi Sopir Mobil Ambulans COVID-19 di Bantul

Di masa pandemi ini Karmini menjadi relawan yang bertugas mengemudikan ambulans yang mengantar pasien COVID-19 di Bantul

Sabtu, 21 Agustus 2021 09:15 Editor : Ahmad Muzaki
Kisah Ibu Rumah Tangga yang Rela Jadi Sopir Mobil Ambulans COVID-19 di Bantul
Kisah Karmini ibu rumah tangga supir ambulans COVID-19. ©2021 Liputan6.com

OTOSIA.COM - Sejak pandemi COVID-19 melanda, setiap lapisan masyarakat terkena dampaknya. Alhasil banyak dari mereka yang rela melakukan apapun untuk membantu sesama.

Ini juga yang dialami Karmini. Menjalani keseharian sebagai ibu rumah tangga, di masa pandemi ini Karmini menjadi relawan yang bertugas mengemudikan ambulans yang mengantar pasien COVID-19 di Bantul.

Rutinitas sebagai sopir ambulans ini bahkan sudah ia lakoni sejak awal masa pandemi. Berikut kisah Karmini:

1 dari 4 Halaman

Awal Mula Jadi Supir Ambulans

(c) Liputan6.com

Karmini bercerita, awal mulanya dia jadi sopir ambulans adalah saat ia diminta oleh kepala dukuh untuk mengantar satu keluarga terpapar COVID-19 menjalani tes swab di Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 (RSLKC) Bantul.

Saat itu, ia langsung bergegas pulang dan mengambil alat pelindung diri (APD) lengkap dan berangkat mengantar satu keluarga itu ke RSLKC.

"Saya spontan jawab, iya berangkat. Pokoknya saya berniat menolong, itu saja," kata Karmini dikutip dari Liputan6.com pada Kamis (19/8).

2 dari 4 Halaman

Dukungan Suami dan Anak

Berawal dari pengalaman tersebut, Karmini terdorong untuk menolong pasien lain yang akan menjalani isolasi maupun membutuhkan layanan kesehatan selama 24 jam penuh.

Oleh karena itu, walaupun berisiko ikut terpapar, Karmini tidak pernah menyerah. Sepulang dari bertugas, ia selalu memastikan dirinya ikut protokol kesehatan dan pulang dalam keadaan sudah steril.

3 dari 4 Halaman

Mengurus Jenazah Pasien COVID-19

(c) Merdeka.com

Selain mengurus pasien COVID-19, seiring waktu Karmini juga belajar cara menjalankan rukti basah pada jenazah COVID-19. Pada awalnya, ia mengikuti pelatihan secara daring yang diadakan oleh RSI Semarang. Namun di kemudian hari ia memberanikan diri untuk merukti jenazah pasien COVID-19.

"Kami coba pelan-pelan bagaimana caranya agar tetap aman namun jenazah juga dapat diperlakukan seperti bagaimana haknya," ungkap Karmini.

4 dari 4 Halaman

Dapat Bantuan Mobil Ambulans

Seiring dengan aktivitas kemanusiaannya yang dilakukan secara konsisten, pada awal tahun 2021 kemarin Karmini mendapat bantuan ambulans dari Putut Agus, relawan kenalannya yang bertugas di Human Intiative (HI). Sejak mobil itu ia miliki, Karmini bertekad siap mengantar warga yang butuh bantuan secara gratis.

Namun Karmini merasa prihatian dengan sebagian masyarakat yang menganggap bahwa COVID-19 sebagai aib. Terlebih lagi ada yang tak percaya dengan penyakit menular ini. Karena hal itulah ia berpesan agar masyarakat tak menyepelekan COVID-19.

Penulis: Shani Rasyid

Sumber: Merdeka.com

BERI KOMENTAR