HOME » BERITA » KISAH INSPIRATIF PERJALANAN BALAP VALENTINO ROSSI ASAL PONTIANAK

Kisah Inspiratif Perjalanan Balap Valentino Rossi Asal Pontianak

Nama Valentino Rossi diberikan salah satu penggemar Rossi asal Pontianak, Kalimantan Barat, kepada anaknya

Senin, 16 September 2019 18:45 Editor : Ahmad Muzaki
Kisah Inspiratif Perjalanan Balap Valentino Rossi Asal Pontianak
Valentino Rossi asal Pontianak (Otosia.com/Nazarudin Ray)

OTOSIA.COM - Siapa yang tidak mengenal Valentino Rossi, mulai dari anak-anak hingga ibu-ibu pasti mengetahui sosok juara dunia MotoGP sembilan kali ini.

Pembalap yang mendapat julukan "The Doctor" tersebut memiliki penggemar yang sangat banyak di seluruh dunia. Selain gaya balap yang menginspirasi para rider muda, rupanya nama Valentino Rossi juga dipakai sebagai nama buah hati penggemarnya.

Nama Valentino Rossi diberikan salah satu penggemar Rossi asal Pontianak, Kalimantan Barat, kepada anaknya.

Darah balap Vale rupanya menular ke Valentino Rossi asal Pontianak. Pemuda berusia 16 tahun ini pun ikut balapan resmi pada event Honda Dream Cup (HDC) musim 2018-2019.

"Mungkin saya lahir prematur.Saat itu orang tua saya bingung kasih nama saya. Akhirnya ya sudah, dikasih nama Valentino Rossi. Kebetulan kedua orang tua saya suka balap dan mengidolakan Rossi," kata pembalap kelahiran 30 Juni 2003 yang menggeber Honda Sonic 150 di HDC.

Namun prestasinya di HDC tidak secemerlang The Doctor di MotoGP. Jam terbang yang kurang di balap resmi membuat prestasinya tidak menonjol dibanding pembalap lain.

"Saya mulai balapan telat. Harusnya sejak SD dan SMP, tapi saat itu situasinya belum mendukung. Saya balapan semenjak 2016 di Kalimantan Barat. Saya ikut HDC yang kedua kalinya tahun ini. Tahun kemarin sama sekarang sama, ikut di kelas HDC 3 (U-16)," terangnya.

1 dari 1 Halaman

Alasan Telat Ikut Balapan

Kisah Inspiratif Perjalanan Balap Valentino Rossi Asal PontianakAlasan Telat Ikut Balapan

Bukan tanpa sebab ia terlambat terjun di dunia balap. Ada peristiwa yang membekas dan membuatnya sedih. Peristiwa tersebut adalah kecelakaan sepeda motor bersama ibunya, yang mengakibatkan sang Bunda meninggal dunua.

"Sebenarnya dulu pengen balapan dari SD. Tapi tidak dibolehkan karena tabrakan waktu naik motor sama almarhumah ibu saya. Waktu itu jalanan hujan dan berkabut, tiba-tiba muncul truk tidak kelihatan, akhirnya serempetan. Ibu saya meninggal, sayanya luka-luka," ungkapnya.

Akibat pengalaman balap resmi yang minim kerap terlempar di urutan belakang. Di HDC yang diikutinya, kadang Rossi asal Pontianak ini finish di urutan 16 dan 19.

Meski hasil balapan mengecewakan lantaran belum banyak ikut kejuaran resmi dan kendala teknis sepeda motor, ia bertekad untuk naik podium pada dua tahun kedepan.

"Latihan masih kurang maksimal, dan masih beradaptasi. Saya musti banyak belajar lagi," kata pelajar kelas 2 SMA di Jogjakarta ini.

Selain berharap meningkatkan prestasi, Rossi Pontianak ini ingin bertemu langsung idolanya, Valentino Rossi yang asli.

"Saya suka Rossi karena gaya balapannya. Dia bersih gaya balapannya. Semoga bisa ketemu Rossi, sama, bapak saya juga pengin ketenu Rossi labgsung karena Bapak ingin prestasi saya maju terus kayak Rossi juga," tutupnya.

BERI KOMENTAR